logo


Corona Belum Mereda Jelang Ramadan, PA 212 Beri Imbauan

Novel menekankan agar umat Islam tak perlu khawatir meskipun tidak bisa menjalankan ibadah di masjid

6 April 2020 09:55 WIB

Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11).
Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, usai menjadi pembicara dalam diskusi publik ‘Narasi Politik Reuni 212’ yang diselenggarakan oleh Jitunews.com, Jumat (30/11). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menjelang Bulan Ramadan, belum ada tanda-tanda virus corona akan mereda. Justru pengidap virus tersebut semakin bertambah setiap harinya.

Berdasarkan data yang dirilis hingga kemarin, jumlah pasien positif terjangkit virus tercatat bertambah 106 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia 10 orang. Maka secara akumulatif, ada 2.092 kasus pasien positif dan 191 orang meninggal dunia. Sementara jumlah pasien yang sembuh ada 150 orang.

Menanggapi pandemi ini, Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin merasa prihatin terhadap kondisi umat muslim, khususnya di Indonesia yang tidak dapat beribadah secara maksimal di Bulan Puasa karena pandemi global ini.


Kabar Gembira! Debitur Bisa Tangguhkan Cicilan KPR Selama 1 Tahun

"Tentunya umat Islam Indonesia tahun ini tidak bisa maksimal menjalankan ibadah puasa dan salat taraweh serta salat Idul Fitri, khususnya ibadah yang dilakukan dengan cara berjamaah atau berkumpul yaitu seperti biasanya salat taraweh berjamaah dan Salat Idul Fitri," kata Novel, seperti dilansir dari akurat.co, Senin (6/4).

Oleh karena itu, lanjut Novel, pihaknya mengimbau agar ibadah berjamaah pada Ramadan tahun ini dilakukan di rumah masing-masing untuk sementara waktu. Menurutnya, faktor kesehatan harus diutamakan, baik menyangkut pribadi dan orang banyak. Hal ini sesuai dengan tujuan agama Islam ‘maqosidusyariah hifzun nafsi’ yaitu menjaga diri.

Lebih lanjut, Front Pembela Islam (FPI) dan PA 212 juga mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia, salah satunya soal salat Jumat yang bisa diganti dengan salat dzuhur di rumah selama wabah virus corona masih merebak.

"Artinya umat Islam harus paham yaitu salat Jumat yang hukumnya wajib saja menjadi tidak wajib, bahkan bisa menjadi haram kalau salat Jumat tersebut menjadi mudhorot karena justru terjadi penularan yang sangat cepat dan mengenai banyak orang apalagi salat taraweh yang hukumnya sunnah ghoiru muakadah dan salat Idul Fitri yang hukumnya sunnah muakad," ujar Novel.

"Menjaga diri wajib, jadi umat Islam harus mendahulukan yang wajib dengan menjaga jiwa dibanding menjalankan yang sunnah dan salat taraweh pun tidak kehilangan karena salat taraweh bisa dikerjakan di rumah baik sendiri sendiri maupun bisa berjamaah bersama keluarga begitupun salat Idul Fitri karena hakikatnya asal muasal salat taraweh adalah di rumah sebagaimana Rasulullah kerjakan dan masa para sahabat nabi Sayidina Abu Bakar dan rakyatnya yang tidak pernah berjamaah salat taraweh baik 11 rakaat atau 23 rakaat atau lebih daripada itu, namun salat taraweh berjamaah baru dikerjakan pada masa khalifah Sayidina Umar bin Khatab," sambungnya.

Dia juga mengingatkan umat Islam yang tidak bisa melaksanakan salat taraweh berjamaah tahun ini supaya tidak khawatir. Novel mengatakan bahwa salat taraweh di rumah tetap dihitung pahala oleh Allah SWT, sama halnya ketika melakukannya di masjid.

"Dengan begitu umat Islam tahun ini mendapat dua pahala kebaikan yaitu pahala menjaga diri dan orang lain dan yang kedua tetap mendapat pahala salat taraweh di masjid karena bulan Ramadan semua amal ibadah dilipat gandakan pahala atas amal apapun yang dikerjakan. Karena ibadah di rumah sangat memutus mata rantai penularan virus corona karna sampai saat ini obat untuk pemusnahan virus corona belum didapatkan," tuntasnya.

Dukung Luhut Fokus Bekerja, Ruhut Sitompul ke Kritikus: Lanjutkan yang Menggonggong

Halaman: 
Penulis : Iskandar