logo


Orang yang Tak Terima Napi Bebas, Yasonna: Sudah Tumpul Rasa Kemanusiaannya

Yasonna mengatakan kebijakan itu sesuai anjuran Komisi Tinggi PBB untuk HAM, dan sub-komite PBB Anti Penyiksaan

5 April 2020 13:15 WIB

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan keterangan pers di Kantor Kemkumham Jakarta, Jumat (20/9). Foto: Ist (Alinea)
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan keterangan pers di Kantor Kemkumham Jakarta, Jumat (20/9). Foto: Ist (Alinea)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pembebasan narapidana dari lembaga permasyarakatan (lapas) atas dasar kondisi kelebihan kapasitas di tengah pandemi Covid-19 mendapat sikap penolakan dari sejumlah pihak.

Menanggapi hal itu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan hanya orang yang tumpul rasa kemanusiaannya yang tidak menerima kebijakan tersebut.

"Saya mengatakan hanya orang yang sudah tumpul rasa kemanusiaannya dan yang tidak menghayati sila kedua Pancasila yang tidak menerima pembebasan napi di lapas over kapasitas," kata Yasonna seperti dikutip Antara pada Minggu (5/5).


Jelas PSBB, Anies Diminta Pikirkan Nasib Sopir Taksi dan Ojol

Sebelumnya, Yasonna sudah menandatangani Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19 pada 30 Maret 2020.

Sebanyak 30 ribu-an narapidana dan anak akan dibebaskan melalui keputusan tersebut. Pembebasan itu, menurut Yasonna, dapat menghemat anggaran negara untuk kebutuhan warga binaan pemasyarakatan hingga Rp 260 miliar.

"Ini sesuai anjuran Komisi Tinggi PBB untuk HAM, dan sub-komite PBB Anti Penyiksaan," ujarnya.

Menurutnya, kritik terhadap kebijakan tersebut ada yang tidak berdasarkan fakta. "Yang tidak enak itu, tanpa data, langsung berimajinasi, memprovokasi, dan berhalusinasi membuat komentar di media sosial," imbuhnya.

Potong Gaji Karyawan di Masa Corona, Liverpool Malah Kebanjiran Kecaman

Halaman: 
Penulis : Iskandar