logo


Potong Gaji Karyawan di Masa Corona, Liverpool Malah Kebanjiran Kecaman

Pemangkasan gaji karyawan disebut dapat menghilangkan niat baik pemain dan manajer

5 April 2020 14:15 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pandemi Covid-19 yang menyebar ke sejumlah negara turut membawa dampak buruk ke berbagai bidang, salah satunya sepak bola di kawasan Eropa.

Penundaan ajang sebagai sikap waspada terhadap virus corona membuat hampir semua melakukan pemangkasan gaji karyawan. Satu persatu klub-klub Liga Inggris melakukan kebijakan tersebut demi mengurangi beban finansial.

Hal itu juga dilakukan oleh manajemen klub liga Inggris, Liverpool. Namun, tim yang dijuluki The Reds itu justru dibanjiri kecaman dari mantan pemain lantaran ikut menerapkan kebijakan tersebut.


Imbas Pandemi Covid-19, Puluhan Juta Warga AS Jadi Pengangguran

Diketahui, para pemimpin Premier League berjanji akan membayar gaji karyawan 100 persen pada Sabtu (4/4) waktu setempat. Namun, dengan skema 80 persen ditanggung pemerintah Inggris sementara klub membayar 20 persen sisanya.

Liverpool yang berada di bawah asosiasi miliarder Amerika Fenway Sports Group, mendapat kecaman keras atas rencana itu.

Legenda Liverpool Jamie Carragher mengatakan bahwa rencana pemangkasan gaji karyawan dapat menghilangkan niat baik pemain dan manajer yang sebelumnya sudah setuju gajinya dipotong.

"Jurgen Klopp menunjukkan kerelaannya untuk kepentingan bersama pada awal pandemi ini. Pemain senior juga terlibat dalam pemotongan gaji tapi semua itikad baik itu hilang, kasihan Liverpool," tulisnya di Twitter.

Adapun mantan pemain Liverpool, Stan Collymore yang menduga jika semua pendukung Liverpool akan merasa jijik dengan kebijakan pemotongan gaji.

"Saya tidak yakin ada pendukung Liverpool yang mendukung kebijakan ini selain merasa jijik karena membebankan karyawan. Ini benar-benar rencana yang salah," kata Stan.

Jelas PSBB, Anies Diminta Pikirkan Nasib Sopir Taksi dan Ojol

Halaman: 
Penulis : Iskandar