logo


Denny JA Sebut Indonesia Bisa Jadi Negara dengan Kasus Covid-19 Terbanyak Jika Pemerintah Tak Larang Mudik

"Katakanlah Indonesia tetap mengasumsikan mudik tahun 2020 pada angka 14,9 juta jiwa se-Tanah Air. Di kampung halaman, para pemudik akan berinteraksi dalam kultur komunal. Mereka berjumpa keluarga besar, tetangga, dan sahabat," kata Denny JA

4 April 2020 14:34 WIB

Denny JA
Denny JA Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengakatan bahwa Indonesia bisa saja menjadi salah satu dari lima negara dengan jumlah kasus virus Corona Covid-19 terbanyak di dunia, jika pemerintah tidak secara tegas melarang kegiatan mudik Lebaran 2020.

"Katakanlah Indonesia tetap mengasumsikan mudik tahun 2020 pada angka 14,9 juta jiwa se-Tanah Air. Di kampung halaman, para pemudik akan berinteraksi dalam kultur komunal. Mereka berjumpa keluarga besar, tetangga, dan sahabat," kata Denny JA dlam siaran persnya.

Ia menjelaskan jika saja satu persen dari jumlah populasi pemudik itu terinfeksi virus Covid-19, maka kemungkinan 450 ribu penduduk di Indonesia juga akan terpapar.


Siapa Saja Bisa Kena Covid-19, dari Rakyat Jelata Hingga Pejabat Negara

"Angka 450 ribu korban Covid-19 pascamudik ini sudah melampaui populasi korban di Amerika Serikat yang kini berada di puncak negara paling terpapar virus Corona," jelasnya.

"Dilihat jumlah pemudik sebanyak 14,9 juta jiwa itu. Apakah pemudik akan dapat diisolasi dengan ketersediaan rumah sakit atau infrastruktur saat ini?" katanya.

Oleh karena hal tersebut, ia meminta pemerintah untuk segera menerapkan langkah tegas dengan larangan mudik.

"Ini memang situasi tidak normal. Mudik biasanya begitu hangatdan menggembirakan. Kini mudik justru menakutkan. Pemerintah pusat berada dalam posisi menentukan bagaimana mudik 2020 akhirnya dikenang," tukasnya.

Sebagaimana diketahui, sejauh ini Amerika Serikat berada di urutan pertama dengan 245.380 kasus, diikuti Spanyol dengan 117.710 kasus, Italia dengan 115.242 kasus, Jerman 85.263 kasus dan China 81.620 kasus.

Luhut Disebut Lebih Berbahaya dari Corona, Ini Kata Pihak Kemenko Marves

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia