logo


Luhut Akan Tuntut Said Didu, Politikus Gerindra: Saya Marah Kalau Ada Pejabat Pidanakan Pengkritiknya

Pihak Luhut meminta Said Didu meminta maaf terkait ucapannya mengenai penanganan corona

4 April 2020 11:14 WIB

Habiburokhman
Habiburokhman Twitter @habiburokhman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru Bicara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi mengatakan bahwa pihaknya meminta mantan Sekretaris BUMN Said Didu meminta maaf. Hal ini berkaitan dengan penanganan virus corona di Indonesia. Jika tidak dilakukan, maka pihak Luhut akan memidanakan Said Didu.

Politikus Gerindra, Habiburokhman, mengatakan pejabat seharusnya menerima jika ada yang mengapresiasi atau dicaci atas kerja yang dilakukan.

Ia mengaku marah jika ada pejabat yang mempidanakan pengkritiknya. Menurutnya, jika apa yang disampaikan Said Didu adalah fitnah maka cukup dilakukan klarifikasi.


Said Didu Akan Dituntut Luhut, Denny Siregar Penasaran, "Masih Gagah atau Gundah Gundala?"

"6 bulan jadi pejabat publik jadi paham kita kerja bagus blm tentu diapresiasi, kita kerja buruk pasti dicaci. Belum lagi fitnah sering kali diumbar tanpa tabayun. Tapi saya marah kalau ada pejabat pidanakan pengkritiknya. Kalau ada fitnah cukup diklarifikasi @MSaiddidu," ujar Habiburokhman seperti dilihat Jitunews dari akun Twitternya @habiburokhman, Sabtu (4/4).

 

Menurutnya, bagian paling penting dalam pelayanan publik adalah kesediaan menerima kritikan.

"Bagian penting dari pelayanan publik adalah kesediaan untuk menerima kritikan. Selama orang masih mau kritik berarti masih menaruh harapan pada kita. @msaid_didu," katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi meminta Said Didu untuk minta maaf terkait ucapannya mengenai penanganan virus corona.

"Bila dalam 2x24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," kata Jodi Mahardi melalui keterangan persnya kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

 

Faisal Basri Sebut Luhut Lebih Berbahaya dari Corona, Fadli: Ini Pernyataan 'Radikal'

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata