logo


Hasil Rapid Test dan PCR Beda, Ini Penjelasan dari Kemenkes

Staf KSP dinyatakan positif corona saat dites rapid test namun negatif saat PCR

4 April 2020 09:24 WIB

Achmad Yurianto
Achmad Yurianto Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf KSP dinyatakan positif virus corona (Covid-19) ketika dites dengan rapid test namun hasil PCR menunjukkan negatif corona. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa alat rapid test mendeteksi adanya virus dalam tubuh, tidak hanya virus corona.

"Rapid itu bisa dua persepsi, negatif dan positif, negatif itu bisa negatif palsu. Nah positif ada juga yang positif palsu, yang paling sering positif palsu itu karena terinfeksi virus demam berdarah, virus demam berdarah itu memberikan gambaran positif, makanya kalau positif itu dilanjutkan dengan PCR," kata Yuri seperti diberitakan Detikcom, Sabtu (4/4).

Yuri mengatakan bahwa apabila rapid test menunjukkan hasil positif maka harus dilanjutkan dengan tes PCR untuk mengetahui hasil lebih detail.


MUI Keluarkan Fatwa Haram Mudik, Yusuf Mansur: Saya Sih Nggak Sampai Hati Nyebut Haram

"Jadi kalau rapidnya positif, PCR nya negatif ya berarti virusnya nggak ada, yang kaya begitu itu kalau virus COVID-19 hampir sama dengan demam berdarah," katanya.

"Jadi ibaratnya gini kalau pengin gampang, ada tanah berlumpur di situ ada jejak kaki, kamu bisa ngomong ini mungkin kaki sapi atau kerbau karena kan pasti bentuknya sama. Kalau PCR kamu melihat bendanya langsung, pasti nggak mungkin kamu nggak bisa bedakan sapi sama kerbau," lanjut Yuri.

Kritik Perppu Corona, ICW: Ini Fokus Krisis Ekonomi, Padahal yang Kita Hadapi Krisis Kesehatan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata