logo


Bebaskan Napi Koruptor, Yasonna Dituding Mencuri Kesempatan di Tengah Bencana Corona

Yasonna bebaskan 30 ribu narapidana ditengah pandemi corona termasuk Setya Novanto

4 April 2020 05:48 WIB

Yasonna Laoli
Yasonna Laoli Kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menkumham Yasonna Laoly membebaskan 30 ribu narapidana ditengah pendemi corona. Alih-alih menekan penyebaran virus corona di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), kebijakan Menkumham justru menuai kontroversi di masyarakat.

Direktur Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari menilai kebijakan Menkumham bebaskan narapidana termasuk narapidana koruptor tidaklah tepat. Menurutnya narapidana koruptor di lapas tidaklah banyak, sehingga alasan kelebihan kapasitas tidaklah masuk akal.

"Agak aneh ya, seperti mencuri kesempatan di tengah bencana ya. Misalnya alasan overcapacity, lalu perlu napi koruptor dibebaskan cepat. Pernyataan itu tidak tepat," kata Feri seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat (3/4/2020).


Buruh yang di-PHK Terdampak Covid-19 Diminta Lapor ke Disnakertrans DKI Jakarta

Menurutnya napi koruptor tidak perlu di bebaskan lebih awal. Namun perlu mendapat perhatian khusus di tengah mewabahnya virus corona seperti saat ini.

"Kan harusnya lapas memberikan aturan jelas dan tegas untuk tidak mengunjungi sementara napi di lapas agar mereka tidak terkena virus corona. Sambil dipenuhi hak asasi mereka," pungkasnya.

Ingatkan Jokowi Dengarkan Tenaga Medis, PKS: Jangan Dengarkan Orang yang Hanya Mau Menjilat Bapak

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati