logo


Bagi yang Nekat Mudik ke Solo, 5 Bus Telah Disiapkan buat Jemput dan Antar ke Tempat Karantina

"Jadi ini merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang ada di kota Solo, sehingga Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan 5 kendaraan bus yang nantinya akan ditempatkan di 5 titik kota Solo," ucap FX Hadi Rudyatm

3 April 2020 17:43 WIB

Bus batik Solo Trans yang akan dijadikan armada penjemput para pemudik yang masih nekat pulang kampung ke Solo, untuk kemudian diantar ke lokasi karantina
Bus batik Solo Trans yang akan dijadikan armada penjemput para pemudik yang masih nekat pulang kampung ke Solo, untuk kemudian diantar ke lokasi karantina istimewa

SOLO, JITUNEWS.COM - Pemerintah Kota Surakarta telah menyiapkan setidaknya 5 bus Batik Solo Trans untuk menjemput para pemudik yang masih nekat pulang kampung ke Solo ditengah wabah virus Corona Covid-19.

"Jadi ini merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona yang ada di kota Solo, sehingga Pemerintah Kota Surakarta menyiapkan 5 kendaraan bus yang nantinya akan ditempatkan di 5 titik kota Solo," ucap Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Kelima bus tersebut telah disiapkan pada Jumat (3/4) di lima titik yang merupakan pintu masuk di kota Solo, yakni Stasiun Jebres, Stasiun Balapan, Stasiun Purwosari, Terminal Tirtonadi, Bandara Adi Soemarmo.


Ridwan Kamil Yakin Jumlah Riil Kasus Covid-19 di Indonesia Berkali Lipat Lebih Banyak dari yang Terdata

Para pemudik yang dijemput oleh kelima bus tersebut akan langsung dibawa ke beberapa lokasi untuk menjalani karantina selama 14 hari dimana semua kebutuhan makan dan lain-lain telah ditanggung oleh Pemkot Kota Surakarta. Sejumlah lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat karantina tersebut yakni Ndalem Joyokusuman, Graha Wisata, dan Ndalem Priyosuhartan.

"Kita sudah lakukan koordinasi dengan kepala terminal, stasiun, dan juga bandara. SOP-nya segera kita buat dan nanti Ibu Ning dari Dinas Kesehatan kota Surakarta akan segera menyampaikan kepada masyarakat tentang sistem penjemputan dan sistem karantina yang dibuat oleh Ibu Ning bersama-sama dengan Ketua Gugus Penanganan COVID-19," pungkas Rudy.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin Dorong MUI Keluarkan Fatwa Haram Mudik di Tengah Pandemi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia