logo


Thailand Berlakukan Jam Malam, Denda Rp 20 Juta bagi yang Melanggar

"Untuk meningkatkan efektivitas mengendalikan penyebaran dan mengurangi perjalanan, saya mengeluarkan jam malam (yang berlaku) di seluruh negeri," kata Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha

3 April 2020 15:52 WIB

Suasana di salah satu sudut Pattaya di malam hari
Suasana di salah satu sudut Pattaya di malam hari istimewa

BANGKOK, JITUNEWS.COM - Otoritas Thailand memberlakukan jam malam bagi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona Covid-19. Kebijakan yang berlaku per Jumat (3/4) hari ini membuat semua warga dilarang untuk keluar dari rumah mulai pukul 10 malam hingga 4 pagi.

"Kita butuh beradaptasi untuk bisa bertahan dan bertanggung jawab pada masyarakat sehingga kita dapat mengatasi krisis ini. Namun, untuk meningkatkan efektivitas mengendalikan penyebaran dan mengurangi perjalanan, saya mengeluarkan jam malam (yang berlaku) di seluruh negeri," kata Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha dalam siaran televisi Kamis (2/4) malam dlansir dari Detik.com.

Kebijakan ini terpaksa diambil usai kasus positif Covid-19 kian meningkat meski pemerintah Thailand telah memberlakukan lockdown untuk wilayah Phuket.


Fadli Zon: Mudik Sebaiknya Dilarang, Kalau Pemerintah Serius Mau Hentikan Penyebaran Covid-19

"Tolong jangan panik dan menimbun barang karena Anda bisa keluar untuk membelinya pada siang hari seperti biasa," imbaunya.

Kendati demikian, kebijakan ini tidak berlaku bagi semua transportasi medis seperti ambulan, perjalanan pasien dan tenaga medis.

Untuk membuat kebijakan ini lebih efektif, pemerintah Thailand bahkan sudah menyiapkan denda yang sangat berat bagi setiap orang yang melanggar, yaitu hukuman penjara 2 tahun dan denda yang mencapai 40.000 Baht atau sekitar Rp 20 juta.

Tercatat pada Kamis (2/4), secara keseluruhan jumlah kasus di Negeri Gajah Putih tersebut mencapai 1.875 kasus, dimana 15 orang diantaranya meninggal dunia.

Sama seperti Indonesia, Pemerintah Tahiland juga telah memberlakukan kebijakan sekolah dan bekerja dari rumah, penutupan semua taman untuk mencegah kerumunan, serta melarang wisatawan asing untuk berkunjung ke sana.

Said Didu Akan Dituntut Luhut, Denny Siregar Penasaran, "Masih Gagah atau Gundah Gundala?"

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×