logo


Kecam Pembebasan Koruptor, IPW: Apakah Ada Bau Suap di Balik Wacana Ini

Neta S Pane mengatakan bahwa tindakan melepaskan narapidana koruptor apapun alasannya merupakan sebuah kejahatan baru yang diperbuat oknum pejabat negara.

3 April 2020 13:05 WIB

Yasonna Laoli
Yasonna Laoli Kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Upaya penyelamatan narapidana dari virus corona menuai pro-kontra dari sejumlah kalangan. Pembebasan napi disebut berpotensi menimbulkan masalah baru dan merepotkan jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kementerian Hukum dan HAM Yassona Laoly yang sebelumnya menyebut telah membebaskan sebanyak 5.556 narapidana diminta untuk bertanggungjawab jika ada hal buruk terjadi akibat keputusan tersebut.

Begitu pula Indonesia Police Watch (IPW). Pihaknya mengecam keras rencana Menteri Hukum dan HAM (HAM) Yasonna Laoly membebaskan narapidana kasus korupsi sekalipun alasannya untuk mencegah penyebaran Covid-19.


Bantah Isu Permintaan Naik Gaji, Ketua KPK: Kami Fokus Tangani Corona

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan bahwa tindakan melepaskan narapidana koruptor merupakan sebuah kejahatan baru yang diperbuat oknum pejabat negara.

"Intelijen KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung harus menelusuri ini. Apakah ada bau korupsi dan suap di balik wacana ini," kata Neta, dilansir dari Tagar, Jumat (3/4).

Menurut Neta, bangsa Indonesia selama ini berjuang memerangi korupsi. Terlebih, KPK dibentuk untuk memberantasnya belum bisa mencapai hasil yang maksimal.

"Kenapa tiba-tiba ada wacana hendak membebaskan napi koruptor dengan dalih wabah covid-19. Padahal Menkumham belum pernah memaparkan lapas mana yang sudah terkena wabah corona. Menkumham seolah lupa bahwa korupsi itu sama dengan terorisme dan narkoba, sama-sama kejahatan luar biasa," lanjutnya.

Neta mengharapkan kepada seluruh elemen masyarakat agar menolak wacana pembebasan koruptor dengan dalih wabah corona. Kendati demikian, pemberian asimilasi terhadap narapidana di luar korupsi tidak dipermasalahkan.

"Harus selektif juga. Tahanan pembunuh, perampok, pemerkosa, bandar narkoba, teroris dan koruptor jangan sekali sekali dibebaskan," jelasnya.

Ingatkan Jokowi Soal 50 Juta Masker, Mardani: Sampai Saat Ini Sulit Dicari

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex