logo


Soal Jenazah Covid-19, Rizieq Shihab: Haram Diganggu Apalagi Dibongkar Makamnya

Rizieq Shihab meminta masyarakat tidak menolak jenazah pasien Covid-19

3 April 2020 10:05 WIB

Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Rizieq Shihab memberikan keterangan saat melakukan pertemuan dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1).
Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Rizieq Shihab memberikan keterangan saat melakukan pertemuan dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/1). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab turut mengomentari penolakan jenazah pasien Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia. Ia berpendapat bahwa jenazah pasien Covid-19 tetap dimakamkan sesuai syariat.

"Kepada segenap umat Islam Indonesia diingatkan bahwa jenazah muslim Covid-19 harus diurus secara syariat terkait mandi, kafan, salat jenazah, dan pemakaman," kata Rizieq Shihab seperti dilansir JPNN.com, Jumat (3/4/2020).

"Terkait sterilisasi saat dimandikan, dikafankan, pembungkusan dengan plastik, penggunaan peti, dan pemakaman dengan segera semuanya harus oleh petugas medis resmi yang memakai alat pelindung diri (APD)," sambungnya.


Pengganti Hari Libur Tak Penting, PKS: Sekarang Fokusnya Bagaimana Manajemen Lebaran

Ia menegaskan bahwa haram hukumnya melakukan penolakan terhadap jenazah pasien covid-19. Pasalnya jenazah yang diperlakukan sesuai petunjuk syariat dan medis tidak akan menularkan virus yang ada didalam jasadnya.

"Haram diganggu, ditolak, diusir, apalagi sampai dibongkar makamnya," tandasnya.

Imbas Corona Umat Muslim Tinggalkan Solat Jumat 3 Kali Berturut-turut, Akankah Jadi Kafir? Ini Penjelasan MUI

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati