logo


Jokowi Tak Larang Mudik, Ruhut: Para Pemudik Tolong Dipikirkan

Pemerintah juga mengimbau untuk tidak mudik

3 April 2020 10:15 WIB

Ruhut Sitompul.
Ruhut Sitompul. jakartaglobe

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo memutuskan untuk tidak melarang mudik lebaran tahun ini. Namun, para pemudik nantinya akan berstatus sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Politiku PDIP Ruhut Sitompul menyebut pemerintah juga mengimbau untuk tidak mudik. Ia mengembalikan lagi kepada para calon pemudik untuk berpikir ulang jika pulang kampung di tengah wabah virus corona (Covid-19).

"Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan tidak melarang mudik Lebaran tahun ini. Apa alasannya? kembali kepada yg mau mudik apa bisa dilarang ? Pemerintah maunya jgn mudik & dibantu dgn berlibur ditempat kerja, Para Pemudik tolong dipikirkan," ujar Ruhut melalui akun Twitternya @ruhutsitompul, Jumat (3/4).


Tenangkan Masyarakat, Jokowi Rencanakan Pengganti Libur Nasional dan Gratiskan Wisata

Sebelumnya, Jokowi memutuskan untuk tidak melarang dilakukannya mudik lebaran. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan alasan pemerintah memperbolehkan mudik lebaran.

"Pertimbangan utama bahwa orang kalau dilarang tetap mudik saja," kata Luhut usai ratas mengenai persiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H/2020 secara virtual, Jakarta, Kamis (2/4).

Namun, Plt Menteri Perhubungan itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudik. Karena kemungkinan masyarakat di kota membawa virus ke kampung halamannya. Pemerintah juga akan memberikan bantuan sosial khusus kepada masyarakat.

"Kita tidak mau itu, kita anjurkan tidak mudik karena tidak mudik ada kompensasinya," jelasnya.

Libur Lebaran di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Gagasan Jokowi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata