logo


Anies Sebut Jumlah Kasus Positif Covid-19 DKI Jakarta Lebih dari yang Tercatat

"Karena belum tuntas lalu meninggal, maka tidak bisa secara resmi disebut sebagai pasien covid karena hasil tes belum keluar," ujar Anies Baswedan

2 April 2020 20:30 WIB

Anies Baswedan ungkap, ibukota pindah maka sektor pariwisata dan industri perhotelan meningkat
Anies Baswedan ungkap, ibukota pindah maka sektor pariwisata dan industri perhotelan meningkat beritagar.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa jumlah pasien positif corona kian meningkat setiap harinya. Bahkan, ia menilai jumlah yang diumumkan saat ini lebih sedikit dari fakta di lapangan.

Anies menyebut hal ini terjadi lantaran banyak yang hingga saat ini belum mengikuti tes virus corona. Bahkan, banyak juga kasus pasien yang meninggal sebelum hasil tes keluar.

"Karena belum tuntas lalu meninggal, maka tidak bisa secara resmi disebut sebagai pasien covid karena hasil tes belum keluar," ujar Anies saat melakukan video konferensi dengan Waki Presiden Maruf Amin, Kamis (2/4).


Mardani Sebut Perpu No 1 Tahun 2020 Berpotensi Timbulkan Krisis Ekonomi

Anies menyatakan rasio kematian pasien positif corona Covid-19 di DKI sejauh ini mencapai lebih dari 10 persen, dengan jumlah kasus positif sebanyak 885, dan 90 diantaranya meninggal dunia.

"Jadi kira-kira 885 positif dan 90 meninggal. Artinya case fatality rate-nya sekitar 10% pak. 10% itu adalah lebih dari 2 kali lipat dibandingkan angka rata-rata global. Angka global 4,4%, Jakarta 10% ini sangat mengkhawatirkan," ujar Anies

"Saya sampaikan juga kenapa kami melihat bukan saja data dari Kemenkes, tapi juga data pemakaman," jelasnya.

Curhat ke Ma'ruf Amin, Anies Baswedan Minta BPJS Bantu RS Swasta Tangani Pasien Covid-19.

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×