logo


Harapkan Kesadaran Masyarakat, Luhut: Kalau Anda Mudik, Pasti Bawa Penyakit

Pemerintah lebih memilih untuk mengimbau daripada memberlakukan sebuah aturan larangan mudik kepada masyarakat

2 April 2020 14:49 WIB

Luhut Binsar Panjaitan
Luhut Binsar Panjaitan Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengambil keputusan untuk tidak melarang mudik lebaran meskipun langkah itu meningkatkan potensi penularan virus corona atau Covid-19 di daerah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan alasan pemerintah tak menerbitkan aturan tegas terkait mudik menjelang lebaran.

Luhut mengatakan bahwa pemerintah lebih memilih untuk mengimbau daripada memberlakukan sebuah aturan larangan mudik kepada masyarakat.


Ribuan Napi Dibebaskan untuk Cegah Corona, Politikus Demokrat ke Yasonna: Alasanmu Tidak Masuk Akal

"Kalau dilarang pun, mau mudik saja. Jadi kami imbau kesadaran bahwa kalau Anda mudik, pasti bawa penyakit. Hampir pasti bawa penyakit. Dan kalau bawa penyakit, di daerah bisa meninggal. Bisa keluargamu," kata Luhut usai rapat terbatas, Kamis (2/4).

Namun, lanjut dia, bagi masyarakat yang memutuskan untuk tidak mudik lebaran akan mendapat kompensasi berupa bantuan sosial.

"Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyiapkan insentif dan bantuan sosial bagi masyarakat golongan tidak mampu di tengah imbauan pemerintah untuk tidak mudik," ujarnya.

Luhut kembali menegaskan kepada masyarakat yang memaksakan diri untuk mudik akan ditetapkan sebagai Orang Dalam Pengawasan (Covid-19). Artinya, mereka harus menjalani masa karantina selama 14 hari setelah sampai ke tempat asal.

"Kalau sampai ada yang memaksakan diri untuk mudik, dia harus masuk karantina 14 hari di tempat mudiknya," jelasnya.

Tegas! Pelanggar Karantina di Filipina Akan Ditembak Mati

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex