logo


Skenario Terburuk Dampak Covid-19, Andi Arief: Kita Masih Punya SBY dan JK yang Bisa Beri Nasihat

Menkeu menyebutkan skenario terburuk akibat Covid-19 adalah ekonomi RI minus 0,4 persen dan kurs dolar mencapai Rp 20.000

1 April 2020 18:22 WIB

Andi Arief
Andi Arief Twitter @andi_arief

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Indonesia disebut akan membawa dampak buruk terhadap sektor ekonomi.

Pemerintah pun telah mengumumkan skenario terburuk pada perekonomian domestik karena corona, salah satunya pertumbuhan ekonomi yang tumbuh negatif 0,4 persen di tahun ini. Angka tersebut menurun lebih tajam dibandingkan skenario terburuk sebelumnya, yakni sebesar 0 persen.

Sementara untuk skenario berat, ekonomi domestik diperkirakan hanya tumbuh 2,3 persen di tahun ini, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 2,5 persen. Proyeksi-proyeksi tersebut bahkan jauh di bawah target dalam APBN 2020 yang sebesar 5 persen.


Yasonna Laoly Klaim Napi Masih Aman dari Covid-19

"Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi akan turun ke 2,3 persen, bahkan skenario lebih buruk minus 0,4 persen," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam video conference, Rabu (1/4).

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 juga mengakibatkan kegiatan ekonomi menurun serta berpotensi menekan lembaga keuangan. Di sisi lain, nilai tukar rupiah diprediksi mencapai Rp 20.000 per dolar AS dalam skenario sangat berat.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan bahwa Indonesia masih punya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden periode sebelumnya, Jusuf Kalla.

Menurutnya, kedua orang tersebut bisa memberikan solusi terkait kemungkinan terburuk di sektor ekonomi akibat serangan pandemi Covid-19.

“Kita masih punya dua orang tua yang semestinya bisa memberi nasihat, Pak SBY dan Pak JK,” ucap Andi lewat Twitternya @andiarief, dilihat jitunews.com pada Rabu (1/4).

Pertamina Sumbang 2 Ribu Liter Ethanol ke Unpad Buat Bikin Hand Sanitizer

Halaman: 
Penulis : Iskandar