logo


Jokowi Gelontorkan Rp405 T untuk Atasi Covid-19, Said Didu: Artinya Akan Nambah Utang

Said Didu menanggapi anggaran Rp405 triliun yang digelontorkan Jokowi untuk penanganan Covid-19

1 April 2020 16:45 WIB

Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN
Muhammad Said Didu, mantan Sekretaris Kementerian BUMN ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menggelontorkan anggaran sebesar Rp405,1 triliun untuk mengatasi wabah virus corona (Covid-19).

Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu, menilai negara akan menambah utang.

"Sesuai pidato Bpk Presiden bahwa akan siapkan dana untuk atasi dampak corona 2020 Rp 405 t. Dalam pidato tersebut akan naikkan defisit 5,07% PDB selama 3 tahun dan kembali ke 3% 2023/2024. Artinya akan nambah utang sktr Rp3.500 t selama 5 thn. Jadi total tambahan utang slm 2 priode Rp 7.500 t," ujar Said Didu melalui akun Twitternya @msaid_didu, Rabu (1/4).


Jokowi Gelontorkan Rp 405 Triliun untuk Corona, Demokrat: Itu dari Utang atau Realokasi Anggaran?

Seperti diketahui, Jokowi menggelontorkan anggaran sebesar Rp405,1 triliun melalui APBN 2020 untuk mengatasi Covid-19.  

"Anggaran bidang kesehatan akan diprioritaskan untuk perlindungan tenaga kesehatan terutama pembelian APD, pembelian alat-alat kesehatan seperti test kit, reagen, ventilator dan lain-lain," ujar Jokowi melalui sambungan konferensi video, Selasa (31/3).

"Dan upgrade rumah sakit rujukan termasuk wisma atlet, insentif dokter, perawat dan tenaga rumah sakit serta santunan kematian tenaga medis serta penanganan permasalah kesehatan lainnya," lanjut Presiden.

Dari anggaran tersebut berikut rincian anggaran digunakan, Rp75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp110 triliun untuk perlindungan sosial, Rp70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR, dan Rp150 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional.

Politikus Demokrat ke Jokowi: Pecat Fadjroel

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata