logo


Soal Larangan Mudik, Luhut: Presiden Selalu Berpikir Orang Susah Jangan Ditambah Susah

"Kalau mudik rame-rame kamu tanpa sadar membuat kemungkinan orang lain meninggal atau kau sendiri. Jadi tergantung kita, kalau tak ada kesadaran bisa menambah jumlah meninggal dan orang susah," kata Luhut Binsar Pandjaitan

31 Maret 2020 15:17 WIB

Luhut Panjaitan
Luhut Panjaitan BeritaCAS

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Indonesia sejauh ini belum mengeluarkan larangan mudik bagi warga yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta secara tegas. Seperti diketahui, DKI Jakarta merupakan daerah dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa aturan larangan mudik ini masih akan dibahas oleh pemerintah. Dalam hal ini, pemerintah perlu bertindak hati-hati dalam mengeluarkan sebuah kebijakan, mengingat hal tersebut tentunya membawa sejumlah dampak lain khususnya bagi kalangan menengah kebawah.

"Presiden selalu berpikir orang susah jangan ditambah susah," ujar Luhut, Selasa (31/3).


Darurat Sipil untuk Tangani Covid-19, Hidayat Sebut Bisa Menakuti Orang Tapi Berbahaya

Luhut mengakui sejauh ini pemerintah hanya sekedar mengeluarkan imbauan, bukan larangan terkait mobilisasi masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri.

"Kalau mudik rame-rame kamu tanpa sadar membuat kemungkinan orang lain meninggal atau kau sendiri. Jadi tergantung kita, kalau tak ada kesadaran bisa menambah jumlah meninggal dan orang susah," jelasnya.

Luhut menyebut larangan mudik ini masih akan dikaji secara matang sebelum nantinya diputuskan. Ia berharap kebijakan pemerintah nantinya tidak mengganggu pasokan logistik dari satu daerah ke daerah lain.

"Ambulance tak jalan, sedang dikaji perhubungan agar semua jalan, social distancing tetap jalan," tegasnya.

Ini Saran WHO untuk Indonesia Tangani COVID-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex