logo


Darurat Sipil untuk Tangani Covid-19, Hidayat Sebut Bisa Menakuti Orang Tapi Berbahaya

HNW minta Jokowi tidak mengambil darurat sipil sebagai opsi terakhir untuk menangani wabah Covid-19

31 Maret 2020 14:30 WIB

Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid Detik.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW), menanggapi rencana Presiden Joko Widodo menggunakan kebijakan darurat sipil dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).

"Ini ibarat membunuh nyamuk dengan Bazooka, bukan dengan semprotan nyamuk," ucap Hidayat dalam keterangannya, Selasa (31/3).

Menurutnya, penerapan darurat sipil bisa menakut-nakuti orang tetap di rumah tapi ada bahaya yang lebih besar.


Denny Siregar: Keputusan Lockdown Tak Boleh Berdasarkan Emosi Kepala Daerahnya Saja

"Dengan ancaman rencana penerapan darurat sipil mungkin bisa meredam atau menakut-nakuti orang untuk berdiam diri di rumah, tetapi ada bahaya yang lebih besar, yakni ancaman terhadap kehidupan berdemokrasi," ujarnya.

Hidayat mengatakan beberapa ketentuan dalam Perpu No 23 Tahun 1959 tentang Keadaan Bahaya menjadi dasar pemberlakuan darurat sipil terbukti mengancam demokrasi. Menurutnya, darurat sipil tidak relevan untuk menangani Covid-19.

"Saat ini COVID-19 oleh pemerintah bahkan belum dinyatakan sebagai pemberontakan sipil/militer, atau ancaman nasional yang bisa menjatuhkan pemerintah atau membubarkan NKRI, kondisi-kondisinya yang menjadi rujukan dahulu dibuatnya Perpu tersebut," lanjutnya.

"Itu jelas tidak ada hubungannya dengan wabah virus COVID-19," tegasnya.

Tolak Darurat Sipil, Natalius Pigai: Menyebabkan Kematian Tidak Terkontrol

Halaman: 
Penulis : Admin