logo


Tak Kunjung Pulang dari Saudi, Pengamat: Sebaiknya HRS Datangi Kedubes Indonesia

Riyanta menyebut HRS tidak bisa pulang ke Indonesia karena terhalang oleh peraturan otoritas Arab Saudi

31 Maret 2020 13:53 WIB

Habib Rizieq
Habib Rizieq Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta membantah pernyataan Front Pembela Islam (FPI) yang menyebutkan adanya campur tangan intelijen dalam pengasingan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Arab Saudi.

Riyanta menilai Imam Besar FPI itu tidak bisa kembali ke Indonesia karena terhalang oleh peraturan otoritas Arab Saudi. Menurutnya, kalau pun ada bukti dokumen pencekalan dari pihak migrasi RI, itu menjadi urusan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Sebaiknya HRS mendatangi Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi, meminta bantuan. Karena menjadi hak warga negara untuk meminta perlindungan dan kewajiban negara untuk melindungi warganya," kata Riyanta, dikutip dari Tagar pada Selasa (31/3).


Rizieq Shihab Masih di Arab, FPI: Kepulangan Beliau Adalah Pelepas Rindu Umat Islam Menyambut Ramadan

Riyanta meminta tuduhan yang dilayangkan oleh FPI harus didasari bukti. Ia juga mendesak agar ormas tersebut memperjelas klaimnya dan tidak asal menuding.

"Apakah mungkin otoritas Arab Saudi tunduk pada otoritas intelijen negara lain? Sebaiknya di-clear-kan saja, HRS selaku WNI meminta bantuan Kedutaan, supaya tidak ada tuduh menuduh," tegasnya.

Ajak Masyarakat Bersama-sama Tolak Darurat Sipil, Rizieq Shihab: Itu Menjadikan Rakyat Ancaman

Halaman: 
Penulis : Iskandar