logo


Denny Siregar: Keputusan Lockdown Tak Boleh Berdasarkan Emosi Kepala Daerahnya Saja

Denny menilai pemerintah pusat harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan lockdown

31 Maret 2020 14:15 WIB

Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang.
Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang. Media Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat politik sekaligus penulis Denny Siregar mengkritik kepala daerah yang menempuh kebijakan lockdown di wilayahnya guna mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Ia menyayangkan keputusan itu lantaran dianggap tak sejalan dengan pemerintah pusat.

“Ketika pusat mengumumkan tidak ada lockdown, ternyata ada beberapa daerah yang mengumumkan mereka melakukan lockdown. Mereka mempunyai alasan, UU No 6/2018 di mana daerah bisa melakukan karantina di wilayahnya,” kata Denny, sebagaimana dikutip dari Tagar, Selasa (31/3).

“Permasalahannya, seberapa butuh sebuah daerah di-lockdown? Apakah hanya karena satu orang terduga positif corona, maka satu kota atau wilayah harus lockdown total?” sambungnya.


Bahas Omnibus Law di Masa Corona, Buruh Sebut DPR Tak Punya Empati

“Ya, tidak bisa begitu. Keputusan lockdown atau karantina, tidak boleh berdasarkan emosi kepala daerahnya saja. Apalagi berdasarkan keputusan politis, untuk menjaga suara pemilih,” tegas Denny.

Menurutnya, tindakan terkait penanganan Covid-19 di suatu daerah harus melibatkan pemerintah pusat. Sebab, lanjut Denny, akan selalu ada keterkaitan dalam setiap pengambilan keputusan.

“Pertimbangannya harus melibatkan pusat, karena mengkarantina suatu daerah, harus punya pertimbangan lain yang melibatkan pusat, misalnya pangan, logistik, keamanan dan segala macam. Dan itu melibatkan kementerian untuk mengaturnya,” tuturnya.

“Memang kalau misalnya Jakarta lockdown, terus pusat enggak tanggung jawab terhadap masalah pokok itu? Jelas mereka enggak bisa lepas tangan karena keamanan seperti TNI dan Polri ada di tangan pusat. Belum lalu lintas logistik dan lain-lain,” tukas Denny.

Bicara soal Lockdown, Denny Siregar: Kita Tak Ingin Indonesia Seperti India

Halaman: 
Penulis : Iskandar