logo


Bicara soal Lockdown, Denny Siregar: Kita Tak Ingin Indonesia Seperti India

Denny mengakui bahwa mengambil sebuah keputusan untuk 250 juta orang itu tak mudah

31 Maret 2020 12:59 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat politik Denny Siregar angkat bicara terkait kebijakan lockdown atau isolasi wilayah yang diterapkan di sejumlah negara, salah satunya India untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19. Menurutnya, India tak mempertimbangkan sektor ekonomi dan sosial sebelum mengambil langkah lockdown.

“India ketika menerapkan lockdown total, dan menyebarkan aparatnya untuk memaksa penduduk masuk ke rumah, tidak mempertimbangkan seluruh aspek ekonomi dan sosial. Mereka hanya berbicara tentang penyebaran virus,” kata Denny, seperti dikutip dari Tagar pada Selasa (31/3).

Kebijakan itu, lanjut Denny, sangat berdampak pada masyarakat miskin. Alhasil, protokol keselamatan seperti jaga jarak akan dilanggar dalam situasi terdesak sewaktu-waktu.


Mardani: Darurat Sipil Memudahkan Pemerintah Menyadap

“Yang terhantam keras adalah masyarakat miskin di sana, di mana mereka tidak bisa bekerja sekadar mencari makan. Mereka bergantung dari pasokan pemerintah, dan harus antre berjam-jam. Jelas dalam situasi ini, social distancing pun diabaikan,” ujarnya.

“Akhirnya, ribuan warga miskin India pun pergi dari wilayahnya dengan berjalan kaki, karena tidak tahan dengan situasi ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Denny juga mempertanyakan nasib 25 juta warga miskin di Indonesia ketika lockdown total diterapkan seperti di India. Ia menilai pemerintah harus memikirkan berulang kali jika ingin menempuh isolasi total sebab warga Indonesia terdiri dari berbagai kelas sosial.

“Kadang dalam melihat sesuatu, kita harus meluaskan pandangan. Bahwa di negeri ini, yang tinggal bukan hanya kita saja, kelas menengah yang dengan enak rebahan sambil nonton televisi berlangganan,” tutur Denny.

“Pahami. Tidak mudah mengambil sebuah keputusan untuk 250 juta orang. Beda antara tidak tegas dan berpikir untuk mengambil keputusan tepat. Kita tidak ingin negeri ini seperti India. Situasi seperti ini mudah ditunggangi,” lanjutnya.

Bahas Omnibus Law di Masa Corona, Buruh Sebut DPR Tak Punya Empati

Halaman: 
Penulis : Iskandar