logo


Tolak Darurat Sipil, Natalius Pigai: Sama Aja dengan Kudeta Negara, Kematian Tidak Terkontrol

Darurat sipil sebagai upaya penanganan Covid-19 di Indonesia

31 Maret 2020 06:13 WIB

Natalius Pigai
Natalius Pigai Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Prsiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya memerangi penyebaran virus corona. Dalam penerapannya PSBB akan diiringi dengan kebijakan darurat sipil.

"Saya minta pembatasan sosial berskala besar, physical distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin dan lebih efektif lagi. Sehingga tadi juga sudah saya sampaikan perlu didampingi kebijakan darurat sipil," kata Jokowi dalam rapat terbatas dengan sejumlah menteri melalui video conference, Senin (30/3/2020).

Menanggapi hal tersebut, aktivis kemanusiaan Natalius Pigai menyatakan menolak dengan wacana darurat sipil tersebut. Menurutnya darurat sipil sama halnya dengan kudeta negara yang menjadikan masyarakat tidak bisa berekspresi dengan kondisi yang mereka hadapi.


Akui Urus 283 Jenazah dengan Protap Corona, Anies: Itu Bukan Angka Statistik

"Darurat sipil sama dengan Kudeta Negara pada kebebasan sipil (sipl libertis). Menentang kehendak umum tentang demokrasi, HAM, dan keadilan," tulis Natalius di akun Twitter pribadinya yang diunggah Senin (30/3/2020).

"Saya tolak darurat sipil karena justru menyebabkan kematin tidak terkontrol karena rakyat tidak berani berekspresi tentang kondisi mereka," tegasnya.

Cegah Corona, Komnas HAM Ingatkan Jokowi Beri Sanksi Orang yang Berkerumun

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati