logo


Nasib Tunanetra Indonesia di Tengah Wabah Virus Corona Covid-19

"Tunanetra masih sering ditinggalkan, informasi yang dimuat di media sosial itu hanya gambar yang tidak disertai teks. Lalu kalau video harus 'voice over' narasi yang menjelaskan," kata Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Aria Indraw

30 Maret 2020 19:30 WIB

Ilustrasi Tunanetra
Ilustrasi Tunanetra nat geo indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imbauan dan kampanye terkait pencegahan Covid-19 jelas sangat membantu masyarakat dalam melakukan pencegahan terhadap wabah tersebut di Indonesia. Namun, tampaknya hal tersebut masih belum sepenuhnya 'ramah' untuk kaum disabilitas seperti tunanetra maupun tuli.

Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Aria Indrawati. Ia menilai seruan dan imbauan tersebut masih sulit diakses oleh kaum tuli dan tunanetra

"Tunanetra masih sering ditinggalkan, informasi yang dimuat di media sosial itu hanya gambar yang tidak disertai teks. Lalu kalau video harus 'voice over' narasi yang menjelaskan," kata Aria dilansir dari CNN Indonesia pada Senin (30/3).


Bahaya Penggunaan Disinfektan, Jangan Semprot Langsung ke Badan

Ia juga mengatakan bahwa kelompok tunanetra dewasa yang kurang berpendidikan dengan tingkat ekonomi menengah kebawah merupakan kelompok yang sangat terdampak karena wabah ini.

"Persoalannya adalah, teman-teman tunanetra dewasa yang 'less-educated' kan pekerjaannya pemijat. Mereka dengan kondisi yang harus dijaga, tidak boleh berinteraksi langsung, kan tidak didatangi customer-nya. Mereka jadi tidak punya penghasilan," ungkapnya.

Indonesia Tak Akan Terapkan Kebijakan Lockdown, Banyak Negara Lain yang Gagal

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia