logo


Indonesia Tak Akan Terapkan Kebijakan Lockdown, Banyak Negara Lain yang Gagal

"Berkaca pada negara lain yang sudah lockdown ternyata gagal, sehingga terjadi penumpukan begitu besar. Bisa bayangkan jika ada satu di antara mereka yang terpapar," kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo

30 Maret 2020 19:00 WIB

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (tengah)
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (tengah) notifindonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan bahwa kebijakan karantina daerah atau lockdown tidak akan diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Berkaca pada sejumlah negara lain, kebijakan lockdown dinilai tidak efektif untuk menekan angka penyebaran Covid-19, justru menimbulkan masalah baru dan kekacauan seperti yang terjadi di India dan Italia.

"Dapat dipastikan bahwa pemerintah tidak mengikuti apa yang telah dilakukan sejumlah negara yang ternyata juga tidak efektif dalam mengambil kebijakan dan justru menimbulkan dampak baru," ujar Doni dalam jumpa pers melalui siaran langsung akun Instagram Sekretariat Kabinet, Senin (30/3).

Doni menjelaskan bahwa kebijakan karantina wilayah yang sembarangan justru meningkatkan potensi penularan Covid-19 semakin meluas. Oleh karena itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mengkaji dan memperhitungkan dampak dari kebijakan tersebut.


Terminal Bus Kampung Rambutan Hentikan Layanan, Bus AKAP Dilarang Beroperasi

"Berkaca pada negara lain yang sudah lockdown ternyata gagal, sehingga terjadi penumpukan begitu besar. Bisa bayangkan jika ada satu di antara mereka yang terpapar, betapa banyaknya warga yang negatif bisa jadi positif (covid-19)," katanya.

Ia juga meminta semua pihak untuk mengikuti kebijakan yang telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo. Sejauh ini, pemerintah hanya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Dalam konsep penanganan bencana, maka penyelesaian bencana jangan sampai menimbulkan masalah baru. Maka ini senantiasa diperhitungkan dengan melibatkan pakar hukum dan akan diterbitkan Perppu dalam waktu dekat," jelasnya.

Bahaya Penggunaan Disinfektan, Jangan Semprot Langsung ke Badan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia