logo


Lockdown India Berujung Chaos, Warga Lebih Takut Mati Kelaparan Daripada Kena COVID-19

"Tetapi saya lebih takut kelaparan, bukan corona," kata Papu (32) kepada The New York Times

30 Maret 2020 17:00 WIB

Buruh migran berjalan kaki kembali ke daerah asal masing-masing menyusul kebijakan lockdown yang diberlakukan oleh pemerintah India guna mencegah penyebaran Covid-19
Buruh migran berjalan kaki kembali ke daerah asal masing-masing menyusul kebijakan lockdown yang diberlakukan oleh pemerintah India guna mencegah penyebaran Covid-19 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keputusan India memberlakukan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 berdampak pada penutupan bisnis secara tiba-tiba. Hal tersebut jelas berdampak pada kehidupan jutaan buruh di kota-kota India.

Ratusan ribu buruh migran bahkan terpaksa berjalan kaki untuk pulang ke daerah asal mereka. Mereka pun telah menjadi pengangguran dan tunawisma karena kebijakan yang ditetapkan Perdana Menteri Narendra Modi pada 23 Maret 2020 pekan lalu.

Ribuan buruh migran di Delhi terpaksa membawa seluruh anggota keluarganya berjalan kaki ratusan mil di sepanjang jalan raya antar negara bagian.


Soal Karantina Wilayah, Pengamat Minta Pemerintah Kaji Dampak Sosial Ekonomi

“Kamu takut penyakitnya, hidup di jalanan. Tetapi saya lebih takut kelaparan, bukan corona," kata Papu (32) kepada The New York Times.

Seorang penjual minuman, Mohammed Sabir, mengaku juga sangat khawatir dampak kebijakan lockdown lebih parah daripada dampak virus Corona COVID-19 itu sendiri.

"Sekarang saya tidak bisa membayar mereka, saya tidak punya uang. Keluarga saya menghasilkan uang dari bertani di desa. Namun panen mereka rusak tahun ini gara-gara badai, jadi mereka mengharapkan saya untuk bisa membantu," terangnya.

"Saya merasa sangat tidak berdaya. Saya takut kelaparan bisa membunuh banyak orang terlebih dulu sebelum terinfeksi virus corona," katanya.

Sementara itu, mantan Gubernur Bank India Raghuram Rajan menilai kebijakan lockdown yang diterapkan di India tidak cukup efektif untuk menekan penyebaran COVID-19.

"Ini adalah masalah serius karena lockdown tidak hanya mencegah orang pergi bekerja, tetapi juga membuat mereka bertahan di rumah, yang tidak selalu merupakan tempat yang tepat untuk isolasi diri, tetapi bisa jadi rumah mereka adalah daerah kumuh di mana orang tinggal bersama," kata Rajan, seperti dikutip The Economic Times melalui Tirto.id pada Senin (30/3).

Presiden Jokowi Tegaskan Hanya Pemerintah Pusat yang Bisa Lockdown Suatu Wilayah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex