logo


Fadli Zon: Pemerintah dalam Menghadapi Wabah Ini 'Too Little and Too Late'

Fadli menilai PP soal karantina wilayah, menunjukkan bahwa negara tidak siap menghadapi pandemi virus corona

30 Maret 2020 11:16 WIB

Fadli Zon.
Fadli Zon. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR, Fadli Zon mengatakan bahwa penyataan dari Menko Polhukam, Mahfud MD, mengenai Peraturan Pemerintah (PP) soal karantina wilayah, menunjukkan bahwa negara tidak siap menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).

"Namun pada saat yang sama, keterangan Menko Polhukam tersebut membongkar ketidakmatangan perencanaan pemerintah selama ini dalam penanganan COVID-19. Menurut saya, jika karantina wilayah sejak awal telah menjadi salah satu opsi di meja Presiden, penyusunan PP tersebut seharusnya dapat dimulai lebih cepat, setidaknya sejak 2 Maret lalu ketika kasus positif pertama COVID-19 diumumkan Presiden," sebut Fadli Zon, Senin (30/3/2020).

"Namun, ironisnya, hal tersebut baru mulai digodok setelah jumlah kasus COVID-19 menginjak angka ribuan. Apa yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi wabah ini 'too little and too late'," imbuh Fadli.


Soal Karantina Wilayah, KSP: Bukan Sesuatu yang Pasti Diambil

Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak menunggu PP selesai untuk menetapkan status karantina wilayah di situasi darurat seperti ini. Waketum Partai Gerindra ini mengatakan UU 6/2018 tentang Karantina Kesehatan sudah cukup dijadikan dasar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau lockdown.

Fadli menilai ketidaktegasan pemerintah pusat mengakibatkan sejumlah kepala daerah mengambil inisiatif masing-masing menerapkan local lockdown.

KSP: Lockdown Jakarta Itu Keputusan Presiden, Tapi Lockdown Mikro Itu Bisa

Halaman: 
Penulis : Admin