logo


Desak Pemerintah Tempuh Lockdown, Ulama Madura: Jangan Sampai Terlambat

Bassra menilai wilayah Madura masuk dalam ancaman zona merah penyebaran Covid-19

29 Maret 2020 06:07 WIB

Jembatan Suramadu.
Jembatan Suramadu. garuda-indonesia.com

PAMEKASAN, JITUNEWS.COM - Organisasi Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) yang terdiri dari ulama-ulama Pulau Madura telah mengeluarkan surat edaran untuk menanggapi perihal merebaknya virus corona atau Covid-19.?

Bassra dalam suratnya bernomor 17/BASSRA/A/III/2020 itu meminta agar empat pimpinan kepala daerah di Madura menerapkan sistem 'Lockdown' demi menetralisasi dan mencegah virus corona menyebar di Madura.

Sekretaris Bassra, Nuruddin A Rahman, mengatakan permintaan sistem lockdown merupakan sikap antisipasi pencegahan untuk menanggulangi dan menangkal Covid-19 memasuki Madura.


APD Tim Medis Corona Minim, Amnesty International Kirim Surat ke Jokowi

Bassra menyebut seruan Lockdown itu sudah dipertimbangkan berdasarkan peta sebaran virus corona yang kian semakin masif di Jawa Timur.

"Menurunkan risiko virus corona tak masuk Madura, iya minimal menerapkan lockdown. Kalau ada pengecualian, misalnya dari sisi bisnis dan sebagainya, paling tidak hal tersebut teknisnya dapat disikapi pemerintah," kata Nuruddin, dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (28/3).

Nuruddin menyatakan ada beberapa jalur transportasi yang dalam kajiannya perlu dijaga ketat oleh aparat keamanan, di antaranya Jembatan Suramadu, Pelabuhan Kamal, Pelabuhan Kalianget, dan Bandara Trunojoyo.

Bagi Bassra, lanjut Nuruddin, wilayah Madura dinilai masuk dalam ancaman zona merah, mengingat peta geografis berhimpitan dengan Kota Surabaya.

"Jangan sampai terlambat, kalau Madura ini sudah kena zona merah, artinya kita dalam pemantauan. Semoga ada yang terbaik untuk Madura," ujarnya.

Ridwan Kamil soal Corona: Orang yang Mudik akan Berstatus ODP

Halaman: 
Penulis : Iskandar