logo


Said Didu: Ayo Kita Sekarang Minta Karantina Biar Pemerintah Katakan Lockdown

Lockdown dinilai bisa mencegah penyebaran virus corona

28 Maret 2020 18:15 WIB

Said Didu.
Said Didu. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Virus corona (Covid-19) di Indonesia semakin hari semakin memakan korban, hingga hari ini sudah ada 1.155 kasus corona di Indonesia. Publik juga banyak yang menginginkan pemerintah untuk memutuskan lockdown agar penyebaran tidak semakin meluas.

Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, mengatakan bahwa pemerintah menyebut lockdown sebagai karantina wilayah. Melalui akun Twitternya @msaid_didu, ia mengajak publik meminta karantina agar pemerintah mengatakan lockdown.

"Karena publik minta lockdown akhirnya pemerintah membantah bhw ini bukan lockdown tapi karantina. Ayo kita sekarang minta karantina biar pemerintah katakan lockdown. Pokoknya asal beda," ujar Said Didu melalui akun Twitternya, Sabtu (28/3).


Cuci Tangan Pakai Sabun Adalah Kunci, Penularan Corona Kebanyakan Karena Perantara Tangan

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan payung hukum terkait karantina wilayah dalam menghadapi pandemi corona.

Mahfud menyebut bahwa lockdown dalam bahasa resmi hukum Indonesia adalah karantina kewilayahan.

"Sekarang ini kami sedang menyiapkan (aturan) lockdown, yang dalam bahasa resmi hukum Indonesia karantina kewilayahan. Sebenarnya lockdown itu karantina kewilayahan. Saat ini saya sedang berkumpul dengan teman-teman untuk menyiapkan semacam rancangan peraturan pemerintahnya karena memang harus diatur oleh peraturan pemerintah," kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung kepada wartawan, Jumat (27/3).

Lawan Covid-19, Bank Artha Graha Dirikan RS Lapangan di Ancol untuk Tes Covid-19

Halaman: 
Penulis : Admin