logo


Pakar Matematika Prediksi Akhir Wabah Virus COVID-19 di Indonesia pada Awal Juni, Syaratnya...

"Kita harus kerja berbasis target. Dan saya lihat negara yang terjangkit COVID-19, pertahanan ekonominya sudah mulai ambruk kalau lewat 100 hari, sehingga saya membuat hitungan 100 hari penyebarannya harus berhenti," ujar Susanto

28 Maret 2020 14:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Istimewa

SOLO, JITUNEWS.COM - Pakar matematika Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, memperkirakan masa puncak infeksi virus Corona COVID-19 di Indonesia terjadi pada pertengahan Mei hingga awal Juni 2020. Namun, periode akhir dari wabah tergantung dari langkah kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.

Sutanto Sastraredja, yang juga dosen Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UNS, menjelaskan secara matematis terkait dinamika populasi COVID-19 dengan model SIQR.

"Dari data itu saya temukan parameter. Parameter ini kemudian saya masukkan dalam rumus matematika, sehingga bisa menghitung kecepatan orang yang sudah terinfeksi, dan yang masuk karantina," ujarnya dilansir dari Detik.com pada Sabtu (28/3).


Menag: Kalau Sayang Orang Tua, Sayang Saudara, di Kampung, Jangan Mudik

Doktor ilmu matematika terapan lulusan Universite de Bordeaux, Prancis, tersebut dalam analisisnya memprediksi 100 hari masa penyebaran atau sampai tanggal 10 Juni 2020.

"Kita harus kerja berbasis target. Dan saya lihat negara yang terjangkit COVID-19, pertahanan ekonominya sudah mulai ambruk kalau lewat 100 hari, sehingga saya membuat hitungan 100 hari penyebarannya harus berhenti," ujar Susanto.

Kendati demikian, Susanto menjelaskan bahwa ia tidak membuat kesimpulan bahwa pandemi COVID-19 akan berhenti pada 10 Juni tersebut. Ia menegaskan bahwa penentu akhir wabah ini berada di tangan pemerintah.

Idealnya, kebijakan yang diberlakukan adalah mencari semua orang yang positif terpapar virus kemudian dikarantina, dan dibarengi dengan pembatasan aktifitas masyarakat secara lebih tegas.

"Di Wuhan, faktor laju kontak dinolkan dengan lockdown total. Tapi apakah full lockdown bisa dimungkinkan di sini. Kalau ternyata sulit, bisa agak dilonggarkan tapi syaratnya laju orang masuk karantina harus diperbesar," katanya.

 

Ganjar Tetapkan Status Jateng Jadi Tanggap Darurat Bencana COVID-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex