logo


Kasus COVID-19 di AS Capai 103.942 Kasus dan 1.689 Kematian, Petugas Medis Kewalahan

Kondisi itu membuat petugas medis kewalahan dan fasilitas kesehatan tidak cukup menampung pasien

28 Maret 2020 10:58 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jumlah kasus positif virus corona COVID-19 di Amerika Serikat saat telah mencapai 103.942 kasus dengan angka kematian tercatat menyentuh angka 1.689 per Sabtu (28/3).

Dalam waktu sehari, setidaknya ada 17 ribu kasus virus corona baru dengan 402 kematian yang ditemukan di seluruh AS. Dilansir CNN, jumlah kematian itu merupakan yang tertinggi dalam sehari yang telah dilaporkan. Sebelumnya, pada Jumat (27/3) kemarin, jumlah kematian yang dilaporkan hanyalah 253.

Negara Bagian New York saat ini menjadi wilayah dengan kasus terbanyak di AS dengan 44.870 kasus dan 527 kematian. Peningkatan kasus ini membuat rumah sakit di AS kewalahan karena jumlah tenaga dan alat medis yang terbatas.


Singgung Pejabat yang Tak Berani 'Karantina Wilayah', Dokter Tirta: Ayo Temenin Tenaga Medis dan Relawan Berjuang

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan bahwa setidaknya ada 30 ribu ventilator dan alat pelindung petugas medis yang bisa digunakan untuk dua pekan ke depan di seluruh rumah sakit di New York.

Salah satu rumah sakit di New York, New York Bellevue Hospital Center, bahkan terpaksa membangun kamar mayat darurat dengan memanfaatkan tenda dan truk pendingin karena kekurangan fasilitas. Petugas medis pun terpaksa menggunakan satu ventilator untuk dua pasien sekaligus karena alat pendukung medis kurang. Hal tersebut tentunya akan mengancam kesehatan para petugas medis.

Keadaan itu terpaksa membuat hampir semua sekolah kedokteran di AS berencana meluluskan mahasiswa tingkat akhir lebih cepat untuk ikut membantu menangani pasien yang terus bertambah.

studi Institut Kesehatan Global Universitas Harvard menyatakan bahwa penyebaran wabah ini masih akan berlangsung setidaknya hingga 12-18 bulan ke depan.

"Kita akan hidup dalam situasi seperti ini dalam berbagai bentuk untuk setidaknya 12-18 bulan ke depan jika kita beruntung," kata Direktur Insitut Kesehatan Global Universitas Dokter Ashish Jha.

Lawan COVID-19, AS Gelontorkan Stimulus Terbesar Sepanjang Sejarah, Capai USD 2 Triliun

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia