logo


AS Minta Bantuan China, Denny Siregar Sindir Trump: Pernyataan Rasisnya Ditelan Sendiri Mentah-mentah

Menurut Denny, tak ada negara yang mampu lolos dari dampak buruk yang ditimbulkan corona

28 Maret 2020 04:15 WIB

Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang.
Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang. Media Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat politik Denny Siregar menyinggung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memutuskan untuk meminta bantuan China dalam menanggulangi penyebaran virus corona atau Covid-19. Padahal sebelumnya, ia menilai Trump kerap mengeluarkan pernyataan rasis terhadap Negeri Tirai Bambu.

“Lihatlah kita semua sama. Akhirnya Amerika minta bantuan juga kepada China. Keangkuhan Donald Trump dan pernyataan-pernyataan rasisnya dengan perkataan "virus China" bukan corona, akhirnya dia telan sendiri mentah-mentah,” kata Denny, seperti dikutip dari Tagar, Sabtu (28/3).

Menurut Denny, tak ada negara yang mampu lolos dari dampak buruk yang ditimbulkan corona. Ia menyebut seluruh negara yang terjangkit corona hanya merasa kuat dalam menghadapi pandemi global ini.


Trump Sebut Kebijakan Lockdown Berkepanjangan Terlalu Berlebihan, Bisa Bikin Negara Hancur

“Tidak ada negara, sekuat apa pun dia, yang bisa bertahan dengan situasi ini. Ribuan triliun rupiah dikucurkan untuk melawan virus dan membangun jaring pengaman ekonomi mereka. Sama seperti Indonesia. Kita semua ini sejatinya rapuh seperti jaring laba-laba, hanya merasa kuat saja,” ujarnya.

Kendati demikian, Denny melihat situasi ini dapat membangkitkan kesadaran antar sesama. “Semua negara saling bantu, tidak peduli apa warna kulitnya, apa agamanya, apa tingkat sosialnya. Semua merasa lemah, dan ketika lemah kita condong meminta bantuan tanpa ada rasa kesombongan,” tuturnya.

“Tuhan mengajarkan kita sejenak, supaya saling berjabat tangan. Jika tidak bisa diingatkan, sebuah virus bisa jadi pelajaran,” tuntasnya.

Untuk diketahui, Amerika Serikat saat ini memiliki kasus positif virus corona terkonfirmasi yang tertinggi di dunia melebihi China dan Italia. Total jumlah kasus pada Jumat (27/3/2020) pagi, menurut data dari Worldometer, adalah sebanyak 85.377 kasus di atas China yang memiliki 81.340 kasus dan Italia dengan 80.589 kasus.

RI Tak Ambil 'Lockdown' Hadapi Corona, Denny Siregar: Kebijakan Jokowi Sudah Tepat

Halaman: 
Penulis : Iskandar