logo


Soal Hasil Rapid Test Negatif Corona, Pemerintah: Bukan Berarti Kebal

Rapid test tidak menjamin seseorang kebal virus corona jika hasilnya negatif

27 Maret 2020 16:32 WIB

Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah terkait Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto, mengatakan bahwa pemeriksaan cepat atau rapid test tidak menjamin seseorang kebal virus corona jika hasilnya negatif.

Yuri menjelaskan bahwa tata cara pemeriksaan cepat tersebut menggunakan metode pemeriksaan antibodi. Ia mengatakan bahwa jika seseorang sebenarnya sudah terinfeksi virus namun tidak terdeteksi dalam rapid test maka ada kemungkinan waktu penularan terjadi kurang dari tujuh hari.

"Sebenarnya virusnya sedang berproses," kata Yuri melalui kanal YouTube BNPB, Jumat (27/3).


Cegah Penyebaran Covid-19, Menko PMK Sebut Perlu Penguatan Kebijakan Sosial Distancing

Maka dari itu perlu pemeriksaan ulang pada 7 hari kemudian. Ia menegaskan bahwa jika hasil pemeriksaan kedua tetap negatif, bukan berarti ia kebal.

"Maka saat ini bisa dikatakan Anda saudara sedang tidak terinfeksi tapi bukan berarti kebal, Anda belum terinfeksi dan sangat sangat mungkin terinfeksi manakala kontak dekat," ujar Yuri.

"Oleh karena itu, kita harus mewaspadai betul bahwa rapid test tidak memberikan jaminan bahwa kita tidak akan pernah sakit, pahami ini dengan tujuan meyakinkan kita bahwa rapid test sebagai isyarat bagi kita untuk lebih berhati-hati lagi. Bukan kemudian untuk meyakinkan bahwa saya tidak sakit dan tidak akan sakit," imbuh Yuri.

RI Tak Ambil 'Lockdown' Hadapi Corona, Denny Siregar: Kebijakan Jokowi Sudah Tepat

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata