logo


Kondisi Finansial Buruk karena COVID-19, Barcelona Pangkas Gaji Pemain Secara Paksa

Gaji para pemain klub Barcelona terpaksa dipotong untuk menjaga kondisi finansial klub di tengah pandemi COVID-19

27 Maret 2020 14:15 WIB

Messi
Messi instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Klub La Liga, Barcelona, memutuskan untuk melakukan pemotongan gaji pemain secara paksa guna mengurangi kerugian finansial klub selama kompetisi dihentikan karena wabah virus corona.

Langkah tersebut ditempuh oleh pihak manajemen Barcelona pada Kamis (26/3) dalam pertemuan dewan klub. Pihak manajemen menggunakan peraturan 'Rencana Penyesuaian Tenaga Kerja Sementara' atau ERTE yang juga diberlakukan di Spanyol sejak pasca krisis ekonomi dunia tahun 2008.

Melansir dari AS melalui CNN pada Jumat (27/3), ERTE mengizinkan semua perusahaan untuk memangkas gaji karyawan hingga 70 persen di masa krisis. Dalam hal ini, penerapan ERTE di Barcelona akan diberlakukan untuk semua pemain, staf dan karyawan klub seluruh cabang olahraga.


Tiga Pemainnya Positif Covid-19, Bagaimana Kondisi Skuat Juventus?

AS mengklaim sejumlah karyawan Barcelona bahkan terpaksa dirumahkan sementara selama kompetisi berhenti. Selain itu, pemain akan mengalami pemotongan gaji, tapi tidak disebutkan berapa persen gaji yang akan dipangkas tersebut.

Sementara itu, Marca melaporkan bahwa Barcelona akan berupaya memotong gaji pemain hingga 70 persen. Hal itu tidak sesuai dengan himbauan FIFA dimana klub hanya diijinkan memotong gaji pemain paling banyak 50 persen.

Kebijakan klub tersebut jelas membuat para pemain terpecah menjadi tiga kelompok, dimana kelompok pertama, termasuk Messi, rela menerima keputusan dari manajemen, kelompok kedua dengan tegas menolak dan kelompok ketiga masih menunggu hasil keputusan dari Asosiasi Pemain Spanyol (AFE).

Salut! Liga Ditunda karena Corona, Para Pemain Klub Jerman Ini Rela Tak Digaji

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia