logo


Habib Rizieq Tak Masuk Daftar Jemaah yang Dijemput Pemerintah, Ini Kata FPI

FPI menyebut masalah Rizieq di Saudi bukan overstay namun pengasingan politik.

27 Maret 2020 12:16 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Fpi.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Indonesia diminta Kerajaan Arab Saudi untuk menjemput jemaah umroh yang overstay. Permintaan tersebut hanya untuk jemaah yang overstay tahun 1441 Hijriah yang berarti tahun 2020 Masehi, sehingga Habib Rizieq Syihab tidak termasuk.

Sekretaris Umum FPI, Munarman, mengatakan bahwa masalah Rizieq di Saudi bukan overstay namun pengasingan politik.

"Kondisinya begini.... Dari kalangan umat, banyak yang menginginkan Habib pulang tentunya. Prinsipnya, bila larangan keluar dari wilayah Saudi tersebut diminta clearance dari pemerintah Indonesia, maka tentu Habib pulang. Sebab, masalah Habib bukan masalah overstay keimigrasian. Tapi masalah pengasingan politik yang dijustifikasi seolah persoalan hukum," kata Munarman, kepada wartawan, Jumat (27/3).


Serukan Aksi Jihad Lawan Corona, Rizieq Shihab: Kesampingkan Dulu soal Perbedaan Politik

"Dilihat dari pengumuman Konjen RI di Jeddah tersebut, maka fasilitas pemulangan hanya berlaku bagi jemaah umroh tahun 1441 H. Jadi sudah jelas arahnya," imbuhnya.

Ia kembali menekankan bahwa masalah Rizieq bukan overstay imigrasi tapi ada operasi intelijen politik untuk mengasingkan Imam Besar FPI itu.

"Sekali lagi perlu ditekankan bahwa persoalan Habib bukan persoalan overstay imigrasi, tapi persoalan Habib adalah hasil dari operasi intelijen politik untuk mengasingkan beliau dari Indonesia," kata Munarman.

Ibadah Haji Digantung Tanpa Kepastian, Fadli Zon: Sensivitas Birokrasi Benar-benar Menyedihkan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex