logo


Soal Ancaman Limbah Medis B3, Pengamat: Kementerian LHK Harus Operasi Mengawasinya

Kementerian LHK harus terjun mengawasi standard operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan limbah medis B3.

27 Maret 2020 12:55 WIB

Cumpukan sampah masker dan limbah medis B3 di China\n
Cumpukan sampah masker dan limbah medis B3 di China South China Morning Post

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio meminta Kementerian PUPR dan Kementerian LHK bekerjasama menangani menangani limbah medis B3 yang dihasilkan dari Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Agus mengatakan, Kementerian LHK harus terjun mengawasi standard operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan limbah medis B3.

"Kementerian LHK harus operasi mengawasinya," ujar Agus Pambagio saat dihubungi Jitunews.com, Jumat (27/3).


Pemimpin Dunia Gelontorkan 4 Miliar USD untuk Percepat Penemuan Vaksin COVID-19

Agus menjelaskan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian LHK untuk menangani masalah ini. Kedua kementerian pun sudah menangani pengolahan limbah tersebut, namun Agus belum mengecek langsung bagaimana penanganan limbah tersebut di Rumah Sakit Darurat.

"Saya sudah bicara dengan Menteri PUPR dan LHK serta eselon 1. Kedua Kementerian sudah menanganinya. Hasilnya seperti apa saya belum memantau," kata Agus.

Agus menambahkan, dalam kondisi saat ini, Indonesia kekurangan fasilitas untuk mengolah limbah medis B3. Dari catatan yang dimilikinya, fasilitas pengolahan limbah medis B3 itu hanya dimiliki oleh beberapa rumah sakit saja.

Akhirnya! Pasien COVID-19 di Solo Pulih, Dinas Kesehatan: Corona itu Bisa Sembuh

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan