logo


WHO Sebut Lockdown Saja Tak Cukup Hentikan Pandemi Covid-19

"Pandemi terus menjatuhkan korban besar tidak hanya pada kesehatan, tetapi pada begitu banyak bagian kehidupan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus

26 Maret 2020 16:00 WIB

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus national geographic Indonesia

JENEWA, JITUNEWS.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sudah ada 413.467 kasus COVID-19 yang dilaporkan secara global pada Rabu (25/3) kemarin. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa wabah tersebut tidak hanya berdampak terhadap sektor kesehatan saja.

"Pandemi terus menjatuhkan korban besar tidak hanya pada kesehatan, tetapi pada begitu banyak bagian kehidupan," katanya pada hari Rabu, dikutip dari Kontan.co.id pada Kamis (26/3).

Tedros mengungkapkan berbagai negara telah memberlakukan langkah kebijakan yang belum pernah dibuat sebelumnya. Hal tersebut berdampak buruk terhadap biaya sosial dan sektor ekonomi.


Fraksi PDI Perjuangan Desak Pemerintah Buka Opsi Lockdown DKI Jakarta

Ia bahkan menilai kebijakan lockdown yang diterapkan di sejumlah negara terdampak covid-19 hanyalah tindakan untuk mengulur waktu dan mengurangi tekanan pada sistem kesehatan semata. Ia juga menilai langkah kebijakan tersebut tidak menghentikan pandemi itu sendiri jika dilakukan tanpa mengambil tindakan yang lebih agresif yakni dengan menemukan, mengisolasi, mengobati dan melacak kasus covid-19.

Tedros menyarankan kepada negara-negara yang jumlah kasusnya masih dibawah 100 untuk lebih waspada. Negara-negara tersebut memiliki peluang yang besar untuk menghindari dampak buruk covid-19 terhadap sektor ekonomi yang lebih parah.

Lebih Banyak dari China, Angka Kematian Covid-19 di Spanyol Tertinggi Kedua Secara Global

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia