logo


Volatilitas Harga BBM Sebabkan Harga Kebutuhan Menjadi Mahal

Kenaikan harga BBM bersubsidi, menyebabkan harga barang kebutuhan pokok dan tingkat inflasi setahun ke depan s

30 Maret 2015 17:53 WIB


JAKARTA JITUNEWS.COM - Volatilitas harga BBM yang berubah per dwimingguan dirasa akan sangat berdampak pada penetapan harga barang produksi, pasalnya pedagang dan produsen tidak mungkin menyesuaikan harga mengikuti perubahan skema harga BBM yang terjadi setiap dua pekan. Pengamat dari Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa penetapan harga BBM yang dilakukan pemerintah dirasa terlalu cepat dan menggunakan periode yang pendek.

"Pelaku usaha tidak mungkin mengadjust harga yang selalu berubah dua mingguan, mereka jadi cenderung menggunakan harga acuan yang paling mahal," tuturnya di Jakarta pada Senin (30/3). Saat ini harga barang cenderung overpriced atau underpriced pada skala yang jauh lebij kecil, karena dunia usaha beradaptasi dengan volatilitas harga BBM. Akibat kenaikan ini harga barang kebutuhan masyarakat dan tingkat inflasi dalam setahun ke depan akan menjadi lebih sulit diprediksi.

Pola harga BBM saat ini dapat memperbesar second round effect pada tingkat harga dan tentunya ini akan berdampak pula pada inflasi. Bank Indonesia juga sempat memprediksi bahwa inflasi bulan ini akan menjadi 0,3-0,4% akibat BBM naik yang juga akan diikuti dengan kenaikan harga bahan kebutuhan. Sebelumnya inflasi yang biasanya naik 0,8% setiap BBM naik 10% bisa naik lebih lambat pada saat kenaikan BBM, namun berdampat pada bulan-bulan setelahnya.


Kereta Bandara Upaya Pemerintah Atasi Kemacetan

Dirinya melihat saat ini pedagang dan produsen mengatisipasi kenaikan harga dalam jangka waktu tiga bulan kedepan, itu pun dengan menggunakan skema harga acuan termahal agar tidak terdampak oleh kenaikan harga BBM yang melambung. "Kalau mereka memperkirakan akan terus naik, mungkin mereka menetapkan harga (barang kebutuhan) untuk 3 bulan ke depan. Atau sebaliknya, kenaikan BBM sekarang baru berdampak 3 bulan ke depan," tuturnya.

Fokus Pertumbuhan Ekonomi, Presiden Minta Jajarannya Tingkatkan Iklim Investasi

Halaman: 
Penulis : Andi Dwijayanto, Vicky Anggriawan