logo


Soal Haji 2020, Fadli Zon ke Menteri Agama: Berhentilah Menunggu Keajaiban

Fadli meminta pemerintah mengambil keputusan pelaksaan haji 2020 dalam wabah corona saat ini

26 Maret 2020 14:07 WIB

Fadli Zon.
Fadli Zon. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, meminta pemerintah untuk mengambil keputusan terkait ibadah haji 2020 di tengah pandemi corona (Covid-19). Ia mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi meminta Indonesia untuk menunda penyelesaian kewajiban urusan haji.

Fadli mengatakan bahwa sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH), jamaah haji kloter pertama akan masuk asrama haji pada 25 Juni 2020 dan berangkat ke Tanah Suci pada 26 Juni 2020. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian terkait pelaksaan haji.

"Sebagai gambaran, tahun ini Indonesia rencananya akan memberangkatkan 231.000 jamaah. Saya membaca, sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang disusun oleh Kementerian Agama, kloter pertama jamaah haji Indonesia akan masuk asrama haji pertama kali pada pada 25 Juni 2020 dan berangkat ke Tanah Suci pada 26 Juni 2020," ujar Fadli melalui akun Twitternya @fadlizon, Kamis (26/3).


Fadli Zon: Ayo Pak Jokowi, Jangan Kalah oleh Putin

"Artinya, ini kan tinggal menghitung hari saja. Tapi hingga hari ini kepastian pelaksanaan ibadah haji masih saja dibiarkan menggantung," lanjutnya.

Bukan membuat skenario darurat, ia menyebut pemerintah meminta para jamaah haji segera melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020.

"Alih-alih menyusun skenario darurat, saya melihat Pemerintah malah meminta agar para jamaah haji segera melunasi BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) 2020," sebutnya.

"Saya cek, jadwal pelunasan tahap pertama telah dimulai sejak 19 Maret kemarin, dan akan berakhir 17 April 2020 mendatang. Sementara, pembayaran tahap kedua dibuka dari 30 April hingga 15 Mei 2020," tambahnya.

Ia menilai Kementerian Agama (Kemenag) mengabaikan kondisi wabah corona yang melanda dunia saat ini.

"Kementerian Agama @Kemenag_RI sepertinya sama sekali mengabaikan kondisi force majeure yang tengah melanda dunia Januari lalu. Menurut saya, ini sangat memprihatinkan," sebutnya.

Fadli heran dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umro yang telah meniadakan kegiatan manasik haji namun rangkaian kegiatan ibadah haji tetap diteruskan.

"Saya juga membaca, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh menyatakan Pemerintah telah meniadakan kegiatan manasik haji untuk meminimalisir penyebaran vorus Covid-19. Namun, rangkaian kegiatan ibadah hajinya sendiri akan tetap mereka teruskan. Logikanya di mana? Sensitivitas aparat birokrasi kita terhadap kondisi darurat Covid-19 benar-benar menyedihkan," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak harus menunggu keputusan resmi dari pemerintah Saudi.

"Menurut sy, terkait kondisi darurat global Covid-19, Indonesia tdk harus selalu menunggu keputusan resmi pemerintah Arab Saudi. Kita bs bahkan harus segera membuat keputusan sendiri brdsrkan kondisi terkini di dlm negeri serta proyeksi wabah setidaknya hingga dua bulan ke depan," sebutnya.

Ia menyarankan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, untuk tidak menunggu keajaiban. Fadli meminta untuk segera mengambil keputusan agar para calon jamaah mendapatkan keputusan.

"Saran saya kepada Menteri Agama @Kemenag_RI berhentilah menunggu keajaiban. Tak seharusnya kebijakan publik yang penting dan genting dirumuskan atas dasar harapan belaka. Segera bikin keputusan, agar para calon jamaah haji kita segera mendapatkan kepastian," pungkasnya.

Bicara soal Surat Arab Saudi ke Menag RI, Fadli Zon Dorong Pemerintah Ambil Keputusan Haji 2020

Halaman: 
Penulis : Admin
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex