logo


Rizieq Shihab: Tutup Masjid Bukan Berarti Tinggalkan Masjid

Rizieq mencontohkan, petugas marbot tetap menjaga kebersihan dan ketertiban masjid selama masa corona

25 Maret 2020 18:15 WIB

Habieb Rizieq Shihab.
Habieb Rizieq Shihab. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menilai kebijakan menutup masjid demi menekan penularan virus corona atau Covid-19 bukan berarti meninggalkan masjid sepenuhnya.

"Tutup masjid bukan berarti tinggalkan masjid," kata Rizieq dalam amanat IB HRS dari Makkah yang dibenarkan oleh Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (25/3).

Dia menyebutkan indikasi masjid tak ditinggalkan itu setiap hari petugas marbot tetap menjaga kebersihan dan ketertiban masjid. Selain itu, marbot juga harus memastikan masjid tertutup untuk umum supaya menghindari berkumpulnya jamaah atau massa dalam jumlah banyak.


Tambah 105, Ada 790 Kasus Positif Corona

"Sehingga tetap terlaksana social distancing sesuai petunjuk medis," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa kebijakan untuk beraktivitas produktif di rumah perlu dilakukan untuk menangkal penyebaran virus corona atau penyakit Covid-19. Adapun, aktivitas itu terutama terkait bekerja, belajar, juga beribadah.

"Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan ibadah di rumah perlu terus digencarkan untuk mengurangi pengurangan penyebaran Covid-19," ujar Jokowi dalam konferensi pers di Istana Bogor pada Senin (16/3).

Minta Segera Periksa Ketika Alami Gejala Influenza, Pemerintah: Tidak Perlu Menebak-nebak Sendiri

Halaman: 
Penulis : Iskandar