logo


Meringankan Beban Driver Ojol di Tengah Pandemi Corona

"pemerintah sudah tepat memberikan kelonggaran kredit kepada mereka, tinggal nanti bagaimana prakteknya saja, leasing harus mengikuti kebijakan ini," kata Adjeng Ratna Suminar

25 Maret 2020 11:50 WIB

Pengemudi gojek.
Pengemudi gojek. gettyimages

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Korban Covid-19 makin bertambah dari hari ke hari. Aktivitas masyarakat terbatasi, mall-mall tutup, kantor pemerintahan tutup, kantor swasta melakukan sistem kerja dari rumah, ekonomi Indonesia semakin lumpuh. Salah satu profesi yang paling terkena imbasnya adalah driver ojek online.

Pemerintah segera bertindak cepat untuk dapat mengurangi beban masyarakat khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah agar lebih ringan.

Kemarin (24/3), Jokowi berjanji akan memberikan keringanan dalam pembayaran angsuran kredit motor untuk para driver ojek online. Begitu juga untuk sopir taksi dan nelayan, ada keringanan cicilan kredit kendaraan. Keringanan ini bakal berlaku untuk satu tahun.


Pacu Pengembangan Industri Mikro, Pemerintah Turunkan Suku Bunga KUR

Kebijakan itu didukung penuh oleh mantan Anggota DPR RI, Adjeng Ratna Suminar. Menurutnya, langkah tersebut dinilai tepat untuk mengurangi beban masyarakat terdampak. Khususnya para driver ojek online dan pengemudi taksi yang pendapatannya turun drastis akibat tutupnya perusahaan-perusahaan di Jabodetabek.

"Corona telah memaksa masyarakat untuk tidak keluar rumah. Ini baik buat kesehatan tapi dampaknya begitu buruk untuk ekonomi. Saya prihatin dengan nasib para driver ojek online karena pasti pendapatannya jatuh. Oleh sebabnya perlu ada keringanan-keringanan beban untuk mereka. Nah ini pemerintah sudah tepat memberikan kelonggaran kredit kepada mereka, tinggal nanti bagaimana prakteknya saja, leasing harus mengikuti kebijakan ini," ujar Adjeng kepada wartawan, Rabu (25/3).

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga setuju untuk meniadakan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 ini di semua jenjang pendidikan.

Adjeng yang juga Ketua Ikatan Alumni Lemhanas PPRA ke-41 ini mengatakan, soal kebijakan UN yang ditiadakan, ini jadi terobosan yang baik untuk menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia. Pasalnya, jika UN tetap dipaksakan berjalan, akan banyak anak-anak Indonesia yang terancam terpaoar Corona.

Tak lupa, Adjeng juga mengajak masyarakat Indonesia untuk berdoa bersama agar musibah ini segera berakhir dan menjalani bulan Ramadhan nanti dengan bahagia.

Menuju UMKM Juara 2020, Bank bjb Sosialisasikan Mekanisme Pembiayaan Kredit bjb Mesra

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan,Tino Aditia