logo


Trump Sebut Kebijakan Lockdown Berkepanjangan Terlalu Berlebihan, Bisa Bikin Negara Hancur

"Banyak orang sepakat dengan saya. Negara ini tidak dibangun untuk tertutup. Kalian bisa menghancurkan sebuah negara jika menutupnya seperti ini terus," ujar Trump

25 Maret 2020 10:45 WIB

Donald Trump meentapkan kebijaakan baru untuk para pemegang visa secara universal
Donald Trump meentapkan kebijaakan baru untuk para pemegang visa secara universal NU Online

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden AS, Donald Trump, mengingatkan bahwa kebijakan lockdown terlalu lama demi mencegah penyebaran virus covid-19 dapat menghancurkan negara.

"Banyak orang sepakat dengan saya. Negara ini tidak dibangun untuk tertutup. Kalian bisa menghancurkan sebuah negara jika menutupnya seperti ini terus," ujar Trump kepada Fox News pada Selasa (24/3) dilansir dari CNN Indonesia pada Rabu (25/3).

Trump menegaskan bahwa ia ingin mencabut kebijakan isolasi dan lockdown sehingga AS dapat kembali terbuka sebelum 12 April mendatang yang bertepatan dengan perayaan Paskah.


Lockdown Dinilai Tidak Manusiawi, Mahfud MD: Di Italia Tidak Ngefek

"Saya ingin membuka negara ini dan mempersiapkan semuanya agar bisa dibuka pada Paskah," ucap Trump seperti dikutip AFP.

Seperti diketahui, sebagian wilayah di Amerika Serikat saat ini tengah menerapkan kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.

Pakar kesehatan dan WHO mengatakan bahwa physical distancing (menjaga jarak fisik) merupakan salah satu cara paling efektif untuk menenekan potensi penularan Covid-19. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa kebijakan lockdown dan isolasi wilayah secara berkepanjangan sangat berlebihan.

"Kita kehilangan ribuan orang dalam setahun karena flu. Kita tidak menutup negara ini," tutur Trump.

"Kita kehilangan lebih banyak orang karena kecelakaan kendaraan. Kita tidak meminta perusahaan kendaraan, 'Berhenti produksi mobil. Kami tidak mau ada mobil lagi," tandasnya.

AS sendiri kini berada di urutan ketiga dalam daftar negara dengan jumlah kasus virus corona terbanyak, mencapai 49.768 kasus dimana 600 kasus berakhir dengan kematian.

Jokowi Bersikeras Tak Akan Lockdown Indonesia, Kenapa?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex