logo


Minta Pemerintah Tindak Tegas Warga yang Masih Keluyuran, Komnas HAM: Sanksi Denda atau Sanksi Kerja Sosial

"Sanksi dalam kondisi darurat seperti ini dimungkinkan. Untuk menjamin tujuan utama mengatasi kedaruratan segera tercapai. Namun sebaiknya diterapkan juga untuk menggalang solidaritas," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam

25 Maret 2020 10:15 WIB

Choirul Anam Komnas HAM
Choirul Anam Komnas HAM indopolitika

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam meminta pemerintah memberi sanksi tegas kepada semua pihak yang tidak mengindahkan seruan untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

"Sanksi dalam kondisi darurat seperti ini dimungkinkan. Untuk menjamin tujuan utama mengatasi kedaruratan segera tercapai. Namun sebaiknya diterapkan juga untuk menggalang solidaritas," kata Choirul, Selasa (24/3).

Choirul meminta agar sanksi yang dijatuhkan tersebut bukan sanksi pidana, bisa berupa sanksi denda atau kerja sosial.


Soroti Kritikus Pemerintah soal Penanganan Covid-19, Ruhut Sitompul: Hanya Barisan Sakit Hati

"Sanksi yang dimaksud bisa berupa sanksi denda atau sanksi kerja sosial," kata dia.

Untuk itu, Ia menilai perlu dibuatkan sebuah dasar pemberian sanksi dan mekanisme penerapan secara terbuka kepada masyarakat, namun tak lepas dari prinsip kemanusiaan.

"Di samping hal di atas, hal lain seperti akuntabilitas, keterbukaan dan perlu dengan khusus bagi pekerja medis juga sangat penting," katanya.

Selain itu, Choirul juga mengkritisi kebijakan pemerintah terkait dengan test cepat massal yang akan dilakukan. Menurutnya, seharusnya pemerintah mempersiapkan hal ini secara matang sehingga tidak membuat masyarakat 'gagal paham' atas apa yang ingin pemerintah sampaikan.

"Sangat disayangkan kebijakan yang ada belum utuh, hal ini menunjukkan konsolidasi penanganan belum maksimal dan efektif," katanya.

"Contoh nyata adalah upaya test rapid di beberapa daerah yang terlanjur diumumkan namun dibatalkan. Kondisi ini dapat menimbulkan ketidakpastian dan kepanikan," lanjutnya.

Corona Tak Kunjung Reda, DKI Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 5 April

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex