logo


Saat Indonesia Berebut Rapid Test, Malaysia Justru Larang Warganya Gunakan Rapid Test

Kemenkes Malaysia tidak menganjurkan penggunaan rapid test

25 Maret 2020 07:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pemerintah Indonesia telah menerima bantuan rapid test dari pemerintah China. Banyak masyarakat yang ingin menjalani tes corona dengan rapid test tak terkecuali anggota DPR RI. Bahkan rencana anggota DPR RI yang akan menjalani rapid test menuai banyak kritikan dari masyarakat. Pasalnya DPR dinilai mementingkan diri sendiri padahal masyarakat dan tenaga medis diklaim lebih membutuhkan.

Berbeda dengan Indonesia, pemerintah Malaysia justru tidak merekomendasikan warganya menjalani tes corona dengan rapid test. Menurutnya rapid test hanya bisa mendeteksi antibodi di dalam tubuh. Malaysia mengagnjurkan tes corona menggunakan teknik Real-Time Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (rRT-PCR).

"Justru, rRT-PCR Covid-19 positif terbukti tubuh terjangkit oleh virus Covid-19. Keputusan ujian yang tepat melalui teknik rRT-PCR adalah amat penting dalam pengurusan pasien Covid-19," kata Dirjen Kesehatan Malaysia, Dr Noor Hisham Abdullah seperti dilansir Antara, Selasa (24/2/2020).


Corona Tak Kunjung Reda, DKI Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 5 April

"Ujian RTK yang mendeteksi antibodi tidak dapat mendeteksi virus. Ini menyebabkan rapid test tidak membantu dalam pendeteksian awal kasus Covid-19. Justru rapid test yang mendeteksi antibodi tidak disarankan untuk tujuan diagnosa Covid-19," jelasnya.

Kemenkes Malaysia melarang warganya menggunakan rapid tes untuk diagnosa Covid-19 karena akan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

Krisdayanti Dihujat Karena Liburan ke Eropa, Raul Lemos: Saya Lah yang Harus Disalahkan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati