logo


Omnibus Law untuk Siasati Perlambatan Ekonomi Global

Omnibus Law juga memberikan keringanan bagi para pelaku usaha

24 Maret 2020 18:53 WIB

Diskusi mengenai omnibus law
Diskusi mengenai omnibus law Jitunews/Denys

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Biro Humas Kemenkumham Bambang Wiyono mengatakan salah satu langkah yang diambil pemerintah untuk menyiasati perlambatan ekonomi global yaitu dengan menggunakan konsep omnibus law.

Omnibus law adalah strategi reformasi regulasi agar penataan terhadap banyak peraturan perundang-undangan dilakukan secara sekaligus.

"Dengan perubahan ekonomi global yang melambat, kita perlu kebijakan yang reformatif,” tambahnya.


Genjot Daya Beli Masyarakat saat Pandemi COVID-19, Kementerian PUPR Percepat Realisasi Program Padat Karya 2020

Selama ini, Indonesia mempunyai ketentuan peraturan perundang-undangan yang saling tumpang tindih dan menghambat. Terdapat 8.451 peraturan pusat dan 15.965 peraturan daerah yang menggambarkan kompleksitas regulasi di Indonesia.

"Maka diperlukan satu metode baru yang disebut dengan omnibus law, untuk mereform peraturan-peraturan yang tumpang tindih, sekitar 80 peraturan perudang-undangan yang kita ubah, yang menghambat, yang menyulitkan, kita perbaiki,” ujarnya.

Senada, Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan UU Omnibus Law ikut memberikan keringanan bagi para pelaku usaha.

“Misalnya sanksi pajak ikut mendapat keringanan. Dari 25 persen menuju 22 persen, bahkan diberi bonus hingga 17 persen,” ujarnya.

Tujuan dari keringanan sanksi ini, kata Karyono, untuk memberikan stimulus bagi investor asing untuk datang ke Indonesia, sekaligus ikut menumbuhkan target pertumbuhan ekonomi.

Hal ini sejalan dengan rencana dari Menkeu Sri Mulyani yang mengharapkan pertumbuhan ekonomi ini bisa mencapai 6 persen.

“Saya optimis dengan RUU perpajakan ini karena berpotensi bisa dorong pertumbuhan ekonomi dari 5,01 persen menjadi 6 persen,” katanya.

Rizal Ramli: Corona Kesempatan Menkeu 'Terbalik' untuk Menutupi Berbagai Kelemahan

Halaman: 
Penulis : Denys, Aurora Denata