logo


Jokowi Beri Keringanan Pembayaran Cicilan Kredit Selama 1 Tahun Bagi Driver Ojek Online

"Sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun," kata Jokowi

24 Maret 2020 12:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Setelah menerima berbagai keluhan dari kalangan pelaku usaha, mulai dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), tukang ojek hingga supir taksi yang terkena dampak dari wabah virus corona (Covid-19), Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memberikan kemudahan. Kemudahan tersebut berupa kelonggaran pembayaran kredit cicilan kendaraan bermotor selama satu tahun.

"Keluhan yang saya dengar dari tukang ojek, supir taksi, yang sedang memiliki kredit motor atau mobil atau nelayan yang sedang memiliki kredit," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

"Sampaikan ke mereka tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun," kata Jokowi.


Jokowi Beberkan Skenario Ringan Hingga Terburuk dari Dampak Corona di Indonesia

Sementara bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM), Jokowi mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan relaksasi kredit untuk nilai pinjaman di bawah Rp 10 miliar.

"Baik kredit perbankan maupun industri keuangan non bank, penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga," kata Jokowi.

Selain itu, dalam waktu dekat ini, Presiden juga akan mengeluarkan kartu sembako selama 6 bulan yang akan diterima sebesar Rp 200 ribu per keluarga kepada 200.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan implementasi kartu Pra Kerja.

"Sebentar lagi juga akan kita keluarkan penerima kartu sembako selama 6 bulan ke depan akan ditambah 50 ribu diterima 200 ribu per keluarga penerima manfaat anggaran dianggarkan Rp 4,5 triliun," katanya.

"Akan segera dimulai kartu pra kerja implementasi kartu pra kerja antisipasi para pekerja yang kena Pemutusan Hubungan Kerja, pekerja harian yang kehilangan penghasilan dan pengusaha mikro yang kehilangan omzet, anggaran disiapkan Rp 10 triliun," jelasnya.

Jaga Daya Beli Masyarakat saat Pandemi Covid-19, Jokowi Minta Program Padat Karya Tunai Ditambah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia