logo


Anies Baswedan Bakal Hukum Warga yang Masih Ngeyel Keluyuran di Luar Rumah

"Jadi akan dibubarkan. Mereka yang memaksa dimintai keterangan dan dikenai sanksi. Karena ini risikonya terlalu besar. Jadi semua kegiatan pengumpulan massa harus dihentikan," kata Anies Baswedan

24 Maret 2020 10:15 WIB

Anies Baswedan ungkap, ibukota pindah maka sektor pariwisata dan industri perhotelan meningkat
Anies Baswedan ungkap, ibukota pindah maka sektor pariwisata dan industri perhotelan meningkat beritagar.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menindak tegas warga yang tidak menaati seruan pemerintah, yaitu tidak membuat keramaian atau membuat perkumpulan orang untuk sementara waktu. Hal itu demi menekan angka penyebaran virus Corona Covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana dan Pangdam Jayakarta Mayor Jenderal Eko Margiyono terkait hal tersebut di Balai Kota Jakarta, Senin (23/3/2020).

"Karena kita menyadari situasi yang sedang dihadapi saat ini bukan jangka pendek, satu dua hari saja, tapi ke depan. Beliau [Presiden] baru selesai pemantauan Wisma Atlet dan sekarang kita menyusun skenario bagaimana mengelola mereka-mereka yang masuk pasien dalam pengawasan untuk bisa dirawat lebih baik," ujar Anies Baswedan.


Potensi Pencemaran Tinggi, PKS Ingatkan Kelola Limbah RS Darurat Wisma Atlet

Anies mengatakan, bagi masyarakat yang masih 'ngeyel', pihak berwenang akan menindak tegas dengan membubarkan dan menjatuhkan sanksi.

"Jadi akan dibubarkan. Mereka yang memaksa dimintai keterangan dan dikenai sanksi. Karena ini risikonya terlalu besar. Jadi semua kegiatan pengumpulan massa harus dihentikan," kata Anies.

"Kita mintai keterangan sesuai dengan kapasitas, bisa dalam bentuk teguran, kalau arahnya pidana kita angkat di situ," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana.

Senada dengan itu, Ketua II Gugus Tugas Covid-19 Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto menegaskan akan ada hukuman tegas bagi masyarakat yang tidak mengindahkan seruan pemerintah untuk tetap berada di rumah dan membatasi jarak interaksi sosial.

"Ya sanksi itu tegas. Jadi kita dengarkan, Pangdam, Kapolda, Satpol PP, turun, pastikan tidak dilaksanakan pertemuan-pertemuan atau kumpulan massa yang bisa mengakibatkan penyebaran," tegasnya.

Fadli Zon: Pak Jokowi, Jangan Buang-buang Waktu Menunda Lockdown Karena Akan Banyak Korban Jatuh

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia