logo


Usul UN Dihapus, DPR: Diundur pun Belum Jelas Kapan Bisa Dilaksanakan

Usulan UN dihapuskan karena saat ini tengah terjadi wabah Covid-19.

23 Maret 2020 16:01 WIB

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih berpendapat pelaksanaan ujian nasional (UN) sebaiknya dihapus saja, pasalnya saat ini tengah terjadi wabah Covid-19.

“Menimbang kondisi saat ini yang tidak kondusif, lebih baik dihapus saja karena kalau diundur pun belum jelas kapan bisa dilaksanakan,” ujarnya di Jakarta, Senin (23/3/2020).

“Toh tidak untuk menentukan kelulusan maupun untuk standard masuk perguruan tinggi. Dengan kondisi seperti ini, cukup dengan ujian sekolah saja. Orang sekolah saja libur kok. Kalau untuk pemetaan pun sekarang waktunya tidak pas,” imbuhnya.


Minta Patuhi Jokowi Soal Penanganan Corona, PDIP Sebut Tak Perlu Ada Perdebatan

Menurutnya dari data yang worldometer, per hari ini, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 514 kasus, dengan jumlah meninggal 48 orang.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status masa tanggap keadaan darurat hingga 29 Mei 2020 karena skala penyebaran virus ni sudah meluas dan masuk dalam kategori bencana skala nasional.

Terkait anggaran yang sudah terlanjur digunakan, Fikri mengatakan dipertanggungjawabkan saja. “Sekarang cut off, sisanya dipergunakan untuk dampak Korona di dunia pendidikan saja,” tambahnya.

Politisi PKS ini mengatakan bahwa DPR RI juga telah mengadakan Rapat Bamus DPR RI dan memunculkan usulan agar pemerintah segera mengajukan perubahan APBN 2020.

“Untuk sementara bisa self-blocking. Karena toh UN 2021 juga akan dihapus. Karena wabah corona ini, saya usul penghapusan dimajukan saja menjadi tahun ini daripada tidak jelas diundur sampai kapan,” pungkasnya.

Wabah Covid-19, DPD Minta Kemenkeu Tak Pangkas Anggaran Dana Desa

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata
 
×
×