logo


Perhatian Khusus Pada Lansia dari Ancaman Virus Covid-19, Lansia Lebih Terancam dari Balita

Lansia lebih lebih rentan terkena Covid-19

22 Maret 2020 17:42 WIB

Ilustrasi Lansia
Ilustrasi Lansia istemewa

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Covid-19 Dr.Achmad Yurianto pada konperensi pers di BNPB 19 Maret mengabarkan 25 kematian akibat virus Covid-19 dengan bentangan usia 45 hingga 65 tahun sebanyak 24 orang dan 1 orang usia 37 tahun. Sembuh 15 orang dari hampir 300 kasus positif virus.

Padahal kita tahu dari berbagai sumber bahwa penderita Virus Covid-19 bisa sembuh sendiri dalam 14 hari, dengan angka kematian sangat kecil 2-3% dibanding virus lainnya. atau kurang dari 5 kematian dari 100 kasus positif virus Covid-19

24 kematian dari 25 orang pada tanggal 19 Maret, bisa dimaknai bahwa kelompok usia pra-lansia (45-60 tahun) dan lansia (diatas 60 tahun) di Indonesia SANGAT RENTAN terhadap ancaman Virus Covid-19 !!.


Wisma Atlet Siap Jadi RS Darurat Covid-19, Menteri Basuki: Besok Senin Mulai Operasionalnya

WHO dan CDC melaporkan tingginya Angka Kematian (Case Fatalily Rate) pada usia pra lansia dan lansia, dimana pada usia 40-49 tahun Angka kematian (Case Fatality Rate) 0,4 %. Terus meningkat hingga 8,0 % pada usia 70-79 Tahun dan menjadi 14,8 % pada usia diatas 80 Tahun.
Sedangkan orang dengan penyakit kronis tidak menular seperti penyakit bawaan jantung, hipertensi dan diabetes adalah paling beresiko.
Virus Covid-19 sangat kuat menempel pada manusia dengan penyakit kronis ini dan merusak. Semakin berat pada mereka yang perokok.

Kasus positif Virus Covid-19 dengan hipertensi mencapai CFR 6,0 %. Penyakit Diabetes CFR 7,3 %. Penyakit Kardiovaskuler/ gangguan pembuluh darah dengan CFR 10,5 %. Sedangkan kasus dengan penyakit bawaan paru-paru, asma, dan alergi dengan CFR 6,3 %.

Lanjut usia dengan penyakit kronis tidak menular beresiko kematian yang sangat tinggi.

Terbitnya Keppres No.7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19, dengan tujuan Meningkatan Ketahanan Nasional dibidang Kesehatan, maka sangat diharapkan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat rentan seperti Pra-lanjut usia dan lanjut usia (Lansia), Ibu hamil dan Balita (usia Bawah lima tahun).

BAGAIMANA DENGAN ANAK BAWAH LIMA TAHUN (BALITA)?

Merujuk pada laporan WHO, bahwa kematian pada usia bawah lima tahun akibat Virus Covid-19 mendekati 0 %. Artinya Balita memiliki tingkat Imunitas yang tinggi atau Kekebalan yang tinggi, karena mendapat asupan gizi yang baik, cukup tidur dan diawasi aktivitasnya.

Tetapi Balita tidak terbebas dari kemungkinan sebagai pembawa kuman virus (carrier) yang diperoleh dari siapa saja yang menyentuhnya. Virus bisa melekat pada pakaiannya atau tubuhnya. Selama beberapa hari Virus bersama si Balita, sementara jika keluarga tidak waspada, maka si Balita bisa menjadi sumber penularan didalam rumah. Khususnya si Kakak/nenek yang suka cucu dan cucu suka Kakek/Neneknya.

Hati-hati, masa inkubasi pada pra-lansia dan lansia lebih cepat dari rata-rata 14 hari, karena dilaporkan ada yang dalam 4-5 hari sudah menjadi kasus positif Virus Covid-19.

PESAN PENTING UNTUK SELURUH KELUARGA YANG MEMPUNYAI KELUARGA LANSIA?

1.Para lanjut usia (Aki, Kakek, Nenek, Eyang, Opa, Oma, Ompung, Mbah) jaga jarak dari semua usia muda terutama dari Cucunya yang berumur dibawah lima tahun (Balita). Sedapat mungkin jangan bersentuhan. Biasakan lansia cuci tangan pakai sabun, bersihkan tempat tidur, mandi dan ganti pakaian 1-2 x sehari. Cukupkan istirahat. Istirahat terbaik bagi Pra-lansia dan lansia adalah 6-8 jam pada malam hari dan 2 jam pada siang hari.

2.Pastikan para Lanjut Usia tidak menyentuh berbagai barang yang bisa jadi sudah tersentuh tangan orang lain yang diduga mengandung virus Covid-19 seperti : Handphone, Telepon, Komputer, Remote TV/AC/Kipas dll, alat masak, dan berbagai barang biasa digunakan. Virus Covid-19 dapat bertahan pada barang-barang sampai 3 (tiga) hari.

3.Selepas Sholat shubuh atau Doa, bersih-bersih, berjemur dimata hari pagi sebelum jam 09.00 sambil olahraga ringan, banyak minum air putih yang hangat, makan secukupnya dengan gizi seimbang. Perhatikan Diet sesuai dengan masalah kesehatan yang ada. Jika mungkin dapat ditambah suplemen atau herbal.

4.Jika sedang batuk dan flu harus menggunakan masker, lakukan pengukuran suhu 2x sehari. Jika merasa semakin sakit, hubungi keluarga dan tetap dirumah. Jika keadaan darurat (adanya sesak nafas, flu dan kesulitan bernafas) agar segera menghubungi Puskesmas jejaring BPJS masing-masing, atau hubungan Call center 112 (DKI) atau 119 (BNPB Nasional).

5.Bagi yang memiliki penyakit kronis tidak menular seperti Penyakit Jantung, Penyakit Paru dan Diabetes, agar lebih hati-hati lagi. Merokok sudah sangat tidak diperbolehkan karena semakin meningkatkan kerentanan terhadap serangan Virus Covid-19.

APA KEGIATAN PRA-LANSIA DAN LANSIA DI RUMAH ?

Ada banyak kegiatan produktif bisa dilakukan, seperti :

1.Bersih-bersih rumah dan lingkungan rumah, perhatikan bak air agar dikuras airnya sekali seminggu. Perhatikan pekarangan/halaman sekeliling rumah (hati-hati barang bekas yang bisa melukai), pastikan tidak ada air bening yang tergenang dalam botol bekas serta bersihkan semak belukar, untuk cegah tempat berbiak nyamuk Dengue penyebab Demam berdarah yang sedang musim.

2.Baca beberapa informasi penting tentang Kesehatan dan Kelanjutusiaan, bisa melalui Google, tinggal cari/search dan ketik : Lansia Tangguh, PHBS, Germas, Fohai (Formularium Obat Herbal Asli Indonesia), Akupresur Mandiri dll. Semua akan meningkatkan kecerdasan dan rasa optimisme.

3.Bina hubungan atau silaturrahmi dengan keluarga yang jauh, teman-teman lama/teman sekolah/teman sekerja untuk saling perhatian dan mendoakan. Sempatkan kirim pesan sms/WA menyapa dan mengingatkan agar jaga kesehatan. Silaturrahmi menyehatkan dan memperpanjang usia.

4.Periksa kembali semua dokumen penting dan rapikan serta satukan dalam simpanan dokumen seperti Kartu Keluarga, Kartu BPJS, Sertifikat Tanah dan Bangunan, Buat Daftar Harta/Hutang/Piutang, dll.

5.Perbanyak kegiatan ibadah, baca kembali buku-buku yang selama ini tertunda dan belum selesai dibaca. Perlancar pemahaman keimanan, praktikkan hal-hal baik yang diperintahkan Ajaran Agama.

Jika semua saran diatas dilaksanakan, insya Allah menjadi Pra-lasia dan Lansia TANGGUH.

Ayooo... Saatnya kita memberi perhatian khusus kepada Aki, Nini, Kakek, Nenek, Eyang, Opa, Oma, Ompung, Mbah dan banyak panggilan mulia pada mereka. Bebaskan mereka dari Stress situasi ramai Virus Covid-19.
Mereka sudah menumpahkan waktu, tenaga dan kasih sayangnya kepada kita sejak kecil, kini waktunya kita menunjukkan perhatian dan kasih sayang sekalipun dengan tidak menyentuhnya.
Kasih sayang berkualitas.

Yaaaa.... dampak Covid-19 telah membuat Tatanan Sosial Kita berubah untuk sementara dan mendorong hidup semakin berkualitas.. Insya Allah.

Salam Sehat, Jaga Jarak dan Tingkatkan Imunitas

Penulis: Dr.Abidinsyah Siregar (Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes RI/ Alumnus Public Health Management Disaster, Thailand/ Mantan Direktur Yankes.Tradkom Kemenkes / Waketum PP ASKLIN/ Pendiri web.GOLansia.com).

4 Tower Wisma Atlet Jadi RS Darurat Covid-19, Begini Pembagiannya

Halaman: