logo


Warganya Tidak Bisa Bekerja karena Wabah COVID-19, 80 Persen Gaji Ditanggung Pemerintah Inggris

"Hari ini saya dapat mengumumkan, pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah akan turun tangan dan membantu membayar upah masyarakat," ujar Sunak

21 Maret 2020 18:00 WIB

Salah satu sudut Kota London
Salah satu sudut Kota London istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Otoritas Inggris akan membayarkan 80 persen gaji warganya yang saat ini terpaksa tidak dapat bekerja karena wabah virus corona, menyusul keputusan Inggris menutup berbagai tempat hiburan seperti restoran, bioskop, bar, hingga kelab malam.

"Hari ini saya dapat mengumumkan, pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah akan turun tangan dan membantu membayar upah masyarakat," ujar Sunak, salah satu politisi Inggris, seperti dikutip dari AFP melalui CNN Indonesia, Sabtu (21/3).

Sunak berharap pencairan dana bantuan tersebut dapat dicairkan dalam beberapa pekan ke depan. Ia menyebut besaran upah yang dibayarkan untuk masing-masing warga yang terdampak maksimal 2.500 poundsterling per bulan atau sekitar Rp 46,25 juta per bulan.


Cegah COVID-19, Anies Minta Perusahaan Dorong Karyawan Bekerja dari Rumah

Rencananya, pembayaran upah ini akan dilakukan selama tiga bulan berturut-turut, mulai Maret 2020. Namun, bisa saja diperpanjang, tergantung dari situasi dan kondisi.

Selain itu, Pemerintah Inggris juga menangguhkan pembayaran pajak penjualan yang nilainya mencapai 30 miliar poundsterling.

Sementara itu, Kepala Kongres Serikat Dagang Inggris Frances O'Grady juga mendukung upaya penyelamatan ekonomi Negeri Ratu Elizabeth itu.

"Pemberi kerja sekarang dapat percaya diri, mereka akan mampu membayar beban upaya. Mereka harus segera meyakinkan pekerja bahwa pekerjaan mereka aman," tuturnya.

 

Anies Serukan Perkantoran di Jakarta Tutup Sementara, Karyawan di Rumah aja?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia