logo


Firli: OTT Itu Bukan Tujuan atau Gimik Supaya KPK Terlihat Bekerja

OTT bukan satu-satunya cara KPK bekerja memberantas korupsi

21 Maret 2020 10:57 WIB

kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua KPK, Firli Bahuri, paham dengan kritik para aktivis antikorupsi yang menantikan operasi tangkap tangan (OTT) dari KPK. Firli mengungkapkan bahwa hasil survei akan dijadikan bahan pertimbangan dan masukan.

"Kami sangat memahami kritik dari para aktivis antikorupsi yang menanti OTT dan hasil perburuan para DPO. Sejumlah survei yang menilai kepercayaan pada KPK mengalami penurunan tentunya akan kita jadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan," kata Firli kepada wartawan, Sabtu (21/3).

Firli juga menegaskan bahwa OTT bukan satu-satunya cara KPK bekerja memberantas korupsi. Ia mengatakan bahwa saat ini KPK tengah memperkuat pencegahan sesuai amanat UU KPK.


Dua Terdakwa Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Terancam Hukuman 12 Tahun

"Namun, perlu saya tegaskan, OTT itu bukan tujuan atau gimik supaya KPK terlihat bekerja. OTT adalah salah satu alat penindakan. Belum ada OTT bukan berarti kami tidak bekerja melakukan pemberantasan korupsi dan mencegah kerugian negara," jelasnya.

"KPK saat ini sedang memperkuat pencegahan sesuai amanat UU KPK. Pasalnya, pencegahan dipandang lebih konstruktif, efisien, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Firli meminta masyarakat untuk tidak berasumsi bahwa diperkuatnya pencegahan bukan berarti penindakan akan melemah.

"Saya juga mengajak kawan-kawan untuk melihat persoalan pemberantasan korupsi secara utuh. Bukan aksi-aksi insidental untuk kebutuhan publikasi. Bayangkan jika pencegahan tidak dilakukan, triliunan rupiah anggaran pengentasan kemiskinan, penanganan, dan lainnya akan dicuri koruptor. Berapa juta orang miskin dan anak putus sekolah yang bisa diselamatkan dengan sistem pencegahan yang kuat. Berapa nyawa yang akan terselamatkan. Itulah mengapa KPK berkoordinasi intensif dengan seluruh kementerian dan lembaga negara lainnya," kata Firli.

"Jadi jangan diasumsikan kalau pencegahan diperkuat maka penindakan akan melemah," tambahnya.

Korupsi Saat Wabah Corona, Ketua KPK: Ancaman Hukumannya Pidana Mati

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata